Vaksin Corona, Yes or No???

Oleh : Syahrul (Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam STAIN Majene)

Indonesia masih digerogoti virus COVID-19, faktanya saat ini jumlah kasus baru semakin meningkat. Laman resmi Covid19.go.id menyebutkan bahwa per tanggal 2 januari ada tambahan 10.379 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia. Sehingga total menjadi 1.099.687 kasus positif corona. Sementara itu jumlah yang sembuh dari kasus corona bertambah 12.848 orang sehingga menjadi sebanyak 896.530 orang. Sedangkan jumlah orang yang meninggal bertambah 304 orang menjadi sebanyak 30.581 orang. Hal ini tentu menuntut Pemerintah untuk mengambil sikap terkait penanganan virus COVID-19

Istilah COVID-19 sudah menjadi sajian informasi sehari-hari di masyarakat sejak setahun terakhir. Tidak heran rasanya masyarakat mulai jenuh dengan isu virus ini.  Saat ini banyak masyarakat yang mulai bersikap bahwa corona ini tidak akan pernah hilang dibuktikan dengan aksi jual beli di pasar masih terjadi, sekolah atau kampus sudah ada yang buka, berbagai macam kegiatan sudah diperbolehkan. Namun data menunjukkan lonjatan angka pasien terinfeksi virus tidak terbendung.

Langkah pemerintah terhadap pemberian vaksin sebagai bentuk usaha menangani penyebaran virus dianggap sebagai hal positif namun disisi lain vaksin Sinovac juga menimbulkan keresahan di masyarakat, setelah hampir setahun masyarakat diresahkan oleh peyebaran virus kini kembali diresahkan oleh isu aman-atau tidaknya vaksin Sinovac.

Pemerintah disibukkan dengan sosialisasi pentingnya vaksin, namun masyarakat juga sibuk mengkritisinya. Mulai dari iklan media cetak, elektronik, media sosial hingga menggandeng influencer untuk ikut gerakan vaksin, kita tentu masih ingat bagaimana proses pemberian vaksin kepada orang nomor 1 di Indonesia beberapa waktu lalu yang disiarkan secara langsung (streaming) di berbagai media. Banyak yang mendukung namun banyak juga yang mencibir. Banyak masyarakat yang tidak mempercayai dengan adanya vaksin ini, namun ketidakpercayaan ini perlu di respon Pemerintah dengan membangun komunikasi yang baik mengenai vaksin ini agar tidak saling menyalahkan.

Jika pemberian virus adalah hal yang mutlak dilakukan dalam rangka menekan perkembangan virus, pemerintah tentu harus mengambil langkah yang persuasif agar masyarakat percaya, dan memang menganggap pemberian vaksin adalah hal mutlak. Pemerintah perlu lebih transparan soal vaksin ini, terutama soal aspek keamanannya. Pemerintah seharusnya memberi akses ke publik khususnya Masyarakat kaum awam yang benar-benar tidak mengerti mengenai keamanan dan tujuan vaksin dikeluarkan.

Wacana pemberian vaksin secara gratis tidak juga mengurangi rasa khawatir masyarakat akan sinovac terutama masyarakat awam.

Menetapkan strategi komunikasi yang tepat memang perlu dilakukan jika tujuannya adalah untuk mengajak masyarakat. Masyarakat Indonesia tersebar ke berbagai pelosok kota dan pedalaman. Tentulah dibutuhkan strategi yang berbeda diantara keduanya, tidak semua masyarakat aktif menonton televisi, apalagi menjadi follower influencer sekelas Raffi Ahmad. Sehingga bisa jadi perdebatan netizen di media sosial tentang perlu tidaknya pemberian vaksin tidak dikonsumsi oleh meraka yang tinggal di daerah pegunungan yang tidak kenal jaringan internet. Pemerintah harus mencari alternatif media komunikasi  yang tepat sehingga seluruh masyarakat Indonesia dengan berani mengatakan “ ya, Kami siap divaksin”!!!!

Dari sini bisa kita lihat, bahwa seorang pemimpin yang benar-benar berjiwa pemimpin akan bisa melakukan sebuah strategi untuk menyampaikan kepada masyarakat yang jauh dengan dunia maya, dan seharusnya Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah mulai bergerak melakukan sebuah sosialisasi jika benar vaksin Sinovac ini tidak berbahaya. Karna informasi yang paling di butuhkan saat ini oleh masyarakat awam adalah keamanana dari vaksin Sinovac.

Jika Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah mengambil langkah ini, maka bisa jadi pemikiran masyarakat awam bisa terbuka lebih terang terhadap vaksin Sinovac karena kita ketahui bersama perbedaan masyarakat modern dan masyarakat awam sangat jauh, jadi sebaiknya gaya komunikasi yang dilakukan oleh Pemerintah pun harus berbeda.

Penulis berharap Pemerintah mampu memberikan sosialisasi yang baik kepada masyarakat awam, karna masyarakat itu butuh pendekatan secara internal dari Pemerintah bukan hanya di sampaikan lewat streaming, karena bagaimana pun kita ini membahas masalah hidup seluruh warga masyarakat di Indonesia. Satu-satuya yang kita inginkan bersama adalah dunia kembali sehat, dan masyarakat bisa melakukan aktifitas-aktifitas yang selama ini dibatasi oleh bendungan virus yang mematikan.

(Opini yang terbit sepenuhnya tanggung jawab penulis)

Comment