Tunggakan PBB-P2 Diserahkan ke Polisi, Dispenda Sebut Ada Kades dan Kolektor Terlibat

Sulengka.net — Sengkarut Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Bulukumba memasuki babak baru. Kepala Desa dan Kolektor Nonaktif disebut terlibat dalam penggelapan pajak.

Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Bulukumba melimpahkan kasus tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) ke Polres Bulukumba untuk di tindaklanjuti.

Kepala Dispenda, Andi Mappiwali, mengaku bahwa pihaknya tengah menunggu konfirmasi dari Polres Bulukumba.

“Laporannya sudah masuk, tinggal menunggu konfirmasi Tipidkor Polres Bulukumba. Tentu diliat dulu Laporan kami, kemudian dikroscek, nah kalau misalnya ada yang perlu di jelaskan, kami akan jelaskan,” kata dia. Kamis, 21 Oktober 2021.

Dia menyebutkan, hasil laporan yang mereka dapatkan dari tim terpadu yang dibentuk, terdapat Kepala Desa dan Kolektor PBB-P2 nonaktif terlibat di dalamnya.

Dia meminta Polisi segera memanggil kolektor nonaktif tersebut. “Karena ada beberapa hal yang butuh penanganan yang lebih matang lagi, dan yang melakukan itu cuman Tipidkor yang bisa memanggil, baik itu Kepala Desa ataupun Kolektor yang tidak bertugas lagi,” kata dia.

Diketahui, tunggakan PBB-P2 di Kabupaten Bulukumba yang menunggak sejak 2015-2020 senilai Rp 24 miliar lebih.

 

Comment