Sempat Ricuh, HMI-PMII Tolak UU Cipta Kerja di Bulukumba

Sulengka.net — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Bulukumba melakukan aksi penolakan terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja. Rabu, 7 Oktober 2020.

Ratusan massa menyeruduk Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulukumba menolak UU Cipta Kerja.

Ketua Cabang PMII Bulukumba, Andi Chaidir Alif mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan dalam rangka penolakan UU Cipta Kerja yang dianggap merugikan rakyat.

Pada saat Kantor DPRD Bulukumba, sempat terjadi perdebatan yang mengakibatkan aksi tersebut ricuh di ruang aspirasi DPRD Bulukumba.

Andi Chaidir Alif mengakui bahwa kericuhan tersebut terjadi akibat permintaan massa menghadirkan Ketua DPRD Bulukumba, H. Rijal di ruang aspirasi tidak terpenuhi.

“Permintaan untuk menghadirkan Ketua DPRD yang tidak dipenuhi dan anggota DPRD sebagai penerima aspirasi yang tidak ingin mendukung dan melakukan penolakan terhadap UU Cipta Kerja tersebut sehingga massa aksi tdk tertahan,” kata dia.

Akibatnya, massa aksi melampiaskan kekecewaan dengan membanting beberapa kursi dan naik ke meja di ruangan aspirasi. Tak lama berselang, Polisi berhasil menenangkan massa.

Diketahui, aksi massa bakal dilanjutkan kembali untuk melakukan UU Cipta Kerja pada, Kamis, 8 Oktober 2020.

Lintas Organisasi Kemahasiswaan dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan Organisasi Buruh telah melakukan konsolidasi untuk melakukan aksi bersama.

Diprediksi, jumlah massa yang bakal melakukan penolakan terhadap UU Cipta Kerja 8 Oktober lebih banyak dibandingkan aksi penolakan sebelumnya.

Comment