Sekolah Harus Kuatkan Pelajaran Muatan Lokal Aksara Lontara di Bulukumba

Sulengka.net — Aksara Lontara merupakan aksara lokal di Sulawesi Selatan. Aksara tersebut mulai tergeser dari dunia pendidikan seiring dengan berjalannya waktu.

Penguatan tradisi pengenalan aksara dianggap penting untuk menumbuhkan semangat kedaerahan dalam mengenal tradisi para pendahulu.

Sekolah memiliki peran penting dalam melakukan pengenalan Aksara Lontara. Pasalnya, sekolah memiliki ruang strategis untuk menumbuhkan minat siswa mengenal tradisi Aksara Lontara, melalui pelajaran Muatan Lokal.

Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Alfian Hardani maksimalisasi muatan lokal dengan bahasa daerah atau Aksara Lontara harus dilakukan masif di sekolah.

Lebih jauh Pian menyebutkan bahwa tidak banyak sekolah di Kabupaten Bulukumba yang mengajarkan pengenalan Aksara Lontara di Sekolah.

“Sekolah harus melihat keberlanjutan tradisi. Tiap pelajaran harus punya posisi yang sama dalam penilaian. Jangan sampai karena faktor tersebut, kita kehilangan bahasa, aksara dan tradisi,” kata dia, Kamis, 25 Maret 2021.

Dia menegaskan bahwa pengenalan Aksara Lontara di sekolah harus ditinjau ulang oleh pemerintah. Supaya keberlanjutan pemahaman aksara tetap berjalan dengan baik.

“Kita tidak boleh kehilangan identitas. Orang Jawa bangga dengan aksaranya sendiri, orang Sulawesi Selatan khususnya Bulukumba, harus bangga dengan Aksara Lontara,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum dan Penilaian Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba, Haidir mengatakan bahwa di Kabupaten Bulukumba masih ada sekolah yang mengajarkan pengenalan Aksara Lontara.

“Di sekolah, ada pelajaran Muatan Lokal. Ini kembali ke sekolah masing-masing, apa yang menjadi kebutuhan sekolah tersebut. Jika pengenalan aksara Lontara jadi kebutuhan, maka hal tersebut yang dilakukan,” kata dia.

Comment