Sekolah Bisa Mengusul Penerima Bantuan Program Indonesia Pintar, Begini Syaratnya

Kepala Seksi (Kasi) Kesiswaan Dikbud Kabupaten Bulukumba, Jawaruddin

Sulengka.net — Program Indonesia Pintar (PIP) adalah pemberian bantuan tunai pendidikan yang diperuntukkan bagi siswa SD, SMP, hingga SMA tentang usia 6-21 tahun yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Penerima merupakan pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yatim piatu, penyandang disabilitas, korban bencana alam/musibah. PIP merupakan bagian dari penyempurnaan program Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Tujuan dari program ini adalah untuk membantu anak-anak usia sekolah yang berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka yang berstatus sebagai penerima PIP, akan memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diberikan sebagai penanda atau identitas penerima bantuan pendidikan PIP.

Untuk Kabupaten Bulukumba, penerima PIP tingkat SD dan SMP sebanyak 26036 siswa di tahun 2020.

Kepala Seksi (Kasi) Kesiswaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bulukumba, Jawaruddin menjabarkan bahwa penerima PIP tingkat SD sebanyak 20149 siswa. Sedangkan tingkat SMP sebanyak 5887 siswa.

“Bantuan tersebut digunakan untuk kebutuhan dasar siswa, seperti pakaian sekolah dan transportasi. Bantuan ini untuk memudahkan siswa bersekolah,” kata dia saat ditemui Sulengka.net di ruang kerjanya, Selasa, 6 April 2021.

Jawaruddin menyebutkan secara spesifik jumlah bantuan PIP. “Jumlah yang diterima siswa SD sebanyak Rp. 450 ribu tiap tahunnya, sedangkan untuk SMP, tiap siswa penerima mendapatkan Rp. 750 ribu per tahunnya,” kata dia.

Ditanya soal jumlah penerima manfaat PIP tahun 2021, Jawaruddin mengatakan bahwa pihaknya belum menerima data dari pusat terkait jumlah penerima bantuan PIP.

“Dalam waktu dekat akan disosialisasikan. Kemendikbud bakal melakukan koordinasi secara online terkait PIP. Setelah koordinasi tersebut, baru kita sosialisasikan pada sekolah,” kata dia.

Dia menegaskan bahwa, Dikbud tidak punya wewenang penuh dalam menentukan penerima manfaat. Pasalnya, ada tiga kementerian yang dilibatkan dalam program tersebut, yakni Kementerian Pendidikan, Kementerian Sosial dan Kementerian Agama.

Namun menurutnya, pihak sekolah bisa melakukan pengusulan calon penerima PIP dengan melihat kondisi siswanya di sekolah, jika siswa tersebut memenuhi kriteria penerima PIP.

“Misalnya orang tua dari siswa tersebut dipenjara, terkena bencana atau anak yatim-piatu,” kata dia.

Dia berharap orang tua dari siswa penerima bantuan PIP kedepannya memanfaatkan dana tersebut untuk kebutuhan dasar anaknya.

“Supaya menjadi jaminan, anak tersebut bersekolah dengan baik,” tutup Jawaruddin.

Comment