Resmikan Gedung Baru, TPA Nurul Iman Ballasaraja Bakal Jadi Pencetak Qori-qoriah

Kelurahan Ballasaraja

Suasana peresmian gedung baru TPA Nurul Iman Ballasaraja.

Sulengka.net — Kelurahan Ballasaraja Kecamatan Bulukumpa yang dikenal dengan Kelurahan Muslim pertama di Indonesia, kini semakin memperkuat eksistensinya. 

Gedung baru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Nurul Iman Lingkungan Bontorihu, resmi digunakan. Peresmian pemanfaatan dilakukan oleh Camat Bulukumpa Drs. Muhammad Salman Z Patongai, Selasa, 26 November 2019.

Menurut inisiator TPA Ilham Sikki, penggunaan gedung baru ini akhirnya terwujud setelah penantian cukup lama, 15 tahun. Sejak penobatan kelurahan muslim Ballasaraja dimulai pada 2004 lalu.

Bangunan yang menggunakan anggaran kelurahan itu, kedepannya juga akan digunakan sebagai tempat generasi Ballasaraja untuk mencetak bibit-bibit tilawah.

“Tentunya ini adalah sebuah kebahagiaan yang sangat luar biasa kami di sini. 15 tahun lalu, kami mulai merintis, akhirnya bisa terwujud hingga sekarang. Kedepan, pemanfaatan gedung ini, akan lebih bermakna lagi demi kelanjutan anak-anak kita di sini untuk belajar mengaji dan tilawah (Qori-qoriah),” kata Ilham.

Peresmian yang dirangkum dengan maulid Nabi Muhammad S.A.W tersebut, kata Camat Bulukumpa, Salman Z Patongai, menjadi wadah generasi untuk lebih giat belajar ilmu agama.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pembina TPA Nurul Iman yang begitu sangat sabar menanti. Saya atas nama pemerintah meresmikan penggunaannya, dan semoga bermanfaat,” ujar Mantan Lurah Ballasaraja 5 tahun silam itu.

Di TPA Nurul Iman, saat ini, sedikitnya 20 santri dan santriwati yang intens berguru. Diasuh oleh 3 guru mengaji yaitu, A. Susniati, Nurmiati, dan Hasnah. Ketiga guru mengaji ini mengajar secara sukarela demi mengorbit generasi tilawah yang selama ini dikenal di Ballasaraja.

“Kami warga sangat bersyukur. Dulu anak-anak hanya mengaji dan belajar dengan bangunan seadanya, berdinding kayu. Namun sekarang kami sudah dapat bangunan baru. Itu artinya, semakin giat kami selaku orang tua membawa anak-anaknya ke TPA,” ujar Roswati, orang tua santri.

Comment