Rencana Investasi Sawit dan Kurangnya Kayu Bitti Bahan Baku Pinisi di Bulukumba

Sulengka.net — Rencana Investasi Sawit di Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan menjadi pro-kontra. Pasalnya, investasi Perkebunan Kelapa Sawit membuat dampak serius pada lingkungan hidup.

Kabupaten Bulukumba dikenal sebagai Butta Panrita Lopi, atau tanah ahli pembuat perahu (Pinisi). Diketahui, bahan baku pembuatan perahu Pinisi adalah Kayu Bitti.

Keberlanjutan ekosistem jadi perhatian utama Kareso Institut Kabupaten Bulukumba. Melihat dari dampak perkebunan kelapa sawit, Kareso Institut meminta pemerintah Kabupaten Bulukumba untuk melakukan pertimbangan soal investasi kelapa sawit oleh Salim Group di Kabupaten Bulukumba.

Menurut Direktur Kareso Institut Muhammad Harisah, meminta pemerintah melakukan kajian ulang. Pasalnya, banyak penelitian ilmiah tentang dampak perkebunan sawit yang mengakibatkan berbagai permasalahan. Kerusakan ekologi, perubahan iklim, banjir perubahan tataguna lahan sudah terjadi di daerah perkebunan sawit.

Ditanya soal dampak penanaman kayu bitti, pria yang akrab di sapa Gatot ini mengatakan bahwa Kayu Bitti juga penting untuk diprogramkan, mengingat Kayu Bitti adalah salah satu bahan baku utama pembuatan perahu Pinisi, sementara jumlah kayu Bitti di Bulukumba sudah jauh merosot. Kayu Bitti saat ini banyak dipasok dari Sulawesi tenggara.

“Kayu Bitti juga merupakan tanaman dengan nilai konservasi tinggi. Jadi ketika dicanangkan penanaman kayu Bitti di hulu dan sepanjang aliran sungai, itu bisa meminimalisir resiko dampak perubahan iklim seperti banjir dan tanah longsor,” kata dia, Minggu, 11 April 2021.

Dia menjelaskan bahwa sebaiknya pemerintah kabupaten Bulukumba mengoptimalkan potensi pertanian yang sudah ada, misalnya potensi kebun kelapa milik masyarakat yang terbentang dari Ujungloe hingga ke timur Bulukumba.

“Ataukah pemerintah mengupayakan industri pengolahan Porang yang banyak di budidayakan oleh petani di Bulukumba,” usul Gatot.

Diketahui, Bupati Bulukumba, Muchtar Ali Yusuf sempat mewacanakan mendatangkan Salim Group untuk berinvestasi Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Bulukumba saat memimpin rapat di kantor Bupati, Kamis, 18 Maret 2021 lalu.

Dia mengatakan bahwa areal perkebunan kelapa sawit direncanakan tahap awal akan mencapai lima ribu hektar plasma.

Comment