Remaja dan Rasa Cinta, Penentu Masa Depan Bangsa

Oleh: Iwan

Cinta merupakan rasa yang membuatku ingin hidup tanpa ada kata kematian, mati dalam arti tanpa harapan untuk masa depan. Seorang remaja hiduplah dalam cinta jika ingin menikmati masa remaja yang penuh kegembiraan. Cinta kepada hidup, orang tua dan alam sekitar adalah sebuah kewajiban yang harus tertanam dalam diri seorang remaja masa kini.

Remaja sang pelanjut tersadarlah kalau ini zaman Millenial, adalah zaman penuh persaingan baik dari segi pengetahuan, ekonomi dan yang lainnya. Bukan zaman yang penuh hura-hura, penikmat berita bohong dan penyeduh opini belaka. Roda kehidupan terus berjalan dan kita tidak tau zaman apakah setelah zaman Millenial. Apakah akan muncul zaman kehancuran ? Ataukah zaman yang penu kebahagian? Semua itu ada ditangan remaja masa kini.

Ku hadirkan rasa cinta dalam setiap debaran jantungku hingga ku lupa bagaimana cara membenci, ini adalah sebuah kata yang hamper di telang oleh zaman, mengapa demikian karena cinta kita telah dikuasai oleh nafsu yang tak bertuan. Akhirnya muncul seuntai kata hoaks dan sepercik isu sara yang menciptakan perang didalam selimut, menjadi tugas penting bagi kita seorang remaja, bagaimana dan apa yang harus kita lakukan dalam dunia yang penuh teka teki ini.

Terlena atau pun terhanyut dengan kata manis oleh orang yang baru kemarin sore. memberikan asupan opini dengan data di TV dan di media namun tidak sesuai dengan realita menyudutkan orang lain berkedok kebenaran tetapi dibaluti dengan rasa ego karena kedudukan, disinilah kita perlu tersadar kemanakah kita akan berlabuh jika kedaulatan, kedamaian yang di bangun para pendahulu kita terkikis diterjang ombak egoisme yang berubah menjdi tsunami hoaks sang penghancur .

Kita sebagai pelajar yang berakal budi, dan seorang remaja yang katanya mahluk yang sangat tinggi derajatnya diantara mahluk hidup yang bergerak. Perlu yang namanya meningkatkan ketaqwan kepada Allah swt. Agar tidak dengan mudah terpancing emosi terhanyut arus berita bohong masa kini karena semua itu hanya membunuh karakter masa depan bangsa kita, dan jangan sekali kali melupakan sejarah atau kepada sosok yang relah berkorban waktu, jiwa dan pemikirannya dahulu karena kebahagian dan kedamain kita hari ini adalah harapan baginya.

Genggamlah tanganku kugenggam tanganmu bersama menuju kedaulatan dan kedamain cinta bangsa yang seutuhnya. Ilmu Kucari Amal Kuberi untuk Agama Bangsa Negeri. Belajar, Berjuang, Bertaqwa.

Penulis adalah Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kabupaten Bulukumba

Comment