PMII Bulukumba dan Beberapa Banom NU Anggap Musda KNPI Cacat Administrasi

logo

logo PMII, PC IPNU, PC IPPNU, PC FATAYAT NU.

Sulengka.net — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bulukumba menganggap Musyawarah Daerah (Musada) DPD II KNPI Kabupaten Bulukumba yang dilaksanakan pada tanggal 26-27 Oktober 2019 cacat administrasi.

Perwakilan PMII pada Musda KNPI Bulukumba, Azmin Khaidar menganggap bahwa penyebab Walk out nya PMII dan puluhan OKP lainnya karena penetapan peserta penuh yang tidak jelas pembahasannya pada Rapat Pleno Musda.

“Verifikasi peserta dilakukan berkali-kali baik oleh Steering Committee dan Pimpinan Sidang. Registrasi Peserta tidak memiliki batasan waktu sehingga banyak OKP yang datang terlambat, namun tetap mengikuti Sidang padahal tidak terdaftar sebagai Peserta Penuh pada Sidang Pleno verifikasi peserta,” kata Azmin. Selasa, 29 Oktober 2019.

Seharusnya, kata Azmin, registrasi ditutup pada saat memasuki Rapat Pleno Verifikasi Peserta oleh Steering Committee sehingga perdebatan Panjang itu tidak terjadi.

“Jadi kami menilai kericuhan itu terjadi akibat keteledoran dari Panitia Pelaksana dan Steering Committee yang tidak bersinergi dengan baik,” kata dia.

Ketua PMII Bulukumba, Ramil Syam mengaku telah melakukan Rapat Koordinasi dengan PC IPNU, PC IPPNU, PC FATAYAT NU.

“Harus ada penolakan jelas, kami  juga telah berkoordinasi dengan seluruh peserta yang merasa dirugikan termasuk dari Pemuda Muhammadiyah dan beberapa OKP lainnya. Selanjutnya secara tertulis akan kami buat Surat Penolakan terkait Hasil Musda tersebut dan Surat Penolakan ini nantinya akan menjadi bukti bahwa  MUSDA DPD II KNPI cacat secara hukum,” kata Ramil.

Ramil menegaskan bahwa banyak konstitusi organisasi yang dilanggar dan MUSDA DPD II KNPI dianggap belum final.

Sebelumnya, Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) KNPI Sulsel Syamsul Bahri menyimpulkan bahwa segala proses musda tersebut belum selesai.

“Bahwa saya hadir meminta berkas berkas musda itu untuk ditelaah secara admnistratif dari pihak korwil untuk dilaporkan ke DPD 1 terkait proses Musda KNPI Bulukumba Jadi tidak ada proses penetapan dari pihak korwil dari puncak rangkain Musda KNPI Bulukumba ini. Kami juga sampaikan kepada pihak termasuk kepada pihak DPD II maupun pihak para calon dalam hal ini Ahmad Rivaldi dan Sappewali Kutong untuk menahan diri karena kami akan panggil membicarakan hal ini,” tutupnya.

Comment