Penggerak Minyak Nilam Indonesia Timur Asal Bulukumba

H. Muh. Dahri, pengusaha minyak nilam Indonesia Bagian Timur.

H. Muh. Dahri, pengusaha minyak nilam Indonesia Bagian Timur.

Sulengka.net — Minyak nilam adalah salah satu minyak atsiri yang dihasilkan oleh nilam yang merupakan komoditas unggulan nasional di Indonesia. Minyak nilam sendiri punya banyak kegunaan, mulai dari pembunuh serangga, hingga bermanfaat pula sebagai obat-obatan.

Potensi lokal terus digeliatkan oleh H. Muh. Dahri, pengusaha asal Desa Dampang Kecamatan Gantarang ini mengelola daun tanaman nilam menjadi minyak atsiri.

Pria murah senyum ini juga mengalami jatuh bangun dalam dunia usaha. Namun kegigihannya dalam menggeluti dunia bisnis membuat jejaringnya mendunia.

Saat ini dirinya sudah terkoneksi dengan pengusaha asal Jerman dan India untuk ekspor minyak nilam. Meski demikian, tampilan sederhana ayah dua anak ini tidak ditinggalkannya.

Saat ditemui di kediamannya, Senin, 27 Januari 2020, H. Muh. Dahri menceritakan bagaimana dirinya yang tamatan SMA bisa melakukan koneksi dengan pengusaha asal Jerman dan India. Dia mengaku bahwa, hanya dirinya yang mendapat lisensi untuk menjual nilam ke pengusaha Jerman dan India di Indonesia Timur.

“Saya jatuh bangun dalam dunia usaha, tapi saya terus belajar dan belajar. 2019 saya ke Kabupaten Bogor untuk belajar selama sepekan dan dua hari di Jakarta. Di sana saya mendapat koneksi dengan pengusaha luar negeri,” kata dia.

Dia juga menyebutkan sudah bekerja sebagai karyawan pada pengusaha asal Jerman dengan gaji Rp 4,8 juta per bulannya. Dalam perjalanannya, dia belajar untuk mandiri dan berdaya bersama petani.

2019, dirinya memutuskan untuk melakukan pemberdayaan petani di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Warga yang menanam jagung diberikan pemahaman terkait prospek menjanjikan tanaman nilam.

Para petani jagung di Kabupaten Gowa tersebut tertarik untuk menanam jagung dan Nilam di tempat yang sama. Alhasil, saat ini petani di daerah sentuhannya itu saat ini sudah sejahtera dan sebagian lagi sudah memiliki kendaraan roda empat yang cukup mewah.

“Kita berikan pemahaman soal pendapatan hasil bertani jagung dan nilam. Ternyata, menanam nilam cukup menjanjikan, apalagi tumpang sari dengan jagung,” kata dia.

Dia menyebutkan bahwa, satu hektare lahan yang ditanami nilam, bisa menghasilkan bahan baku sebanyak 10 ton untuk panen pertama. Rentang waktu penanaman hingga panen pertama adalah 5 bulan.

“Setelah panen pertama, kita hanya menunggu tiga bulan berikutnya untuk panen. Itu terus berlanjut selama dua tahun produksi, kemudian dilakukan penanaman kembali,”  kata dia.

Menurut H. Dahri, harga 1 ton daun nilam seharga Rp. 7 juta. Jika satu hektare lahan pertanian nilam, maka produksinya bisa mencapai 10 ton sekali panen.

“Berarti, panen pertama, petani bisa menghasilkan 70 juta sekali panen, jika sudah diolah menjadi minyak atsiri, harganya bisa mencapai Rp. 500 ribu per Kg,” singkat dia.

Saat ini dirinya mengajak khalayak untuk memanfaatkan lahan kurang produktif untuk menanam nilam. “Pada saat menanam nilam, diharuskan memakai pupuk organik. Jika pupuk kimia, maka penanaman Nilam hanya bisa dilakukan sekali, dan nilam tersebut tidak dapat tumbuh dengan baik di lokasi tersebut,” kata dia.

Comment