Pendidikan Ilahi Melalui Ibadah Puasa

Oleh: Jusman Imam (Pembina Ponpes As’adiyah Baburahman Galung Beru)

Puasa telah dilakukan sejak zaman dahulu, tidak hanya oleh orang-orang muslim saja tapi juga orang-orang yang non islam tentu dengan cara masing-masing sesuai agama yang di percayai nya. Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang dilaksanakan oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Allah Swt telah mewajibkannya kepada kaum yang beriman, sebagaimana telah diwajibkan atas kaum sebelum Muhammad SAW.

Secara jelas Al-Quran menyatakan bahwa tujuan puasa yang hendaknya diperjuangkan dan dicapai tak lain derajat ketakwaan “La’allakum Tattaquun”. Dalam rangka memahami tujuan tersebut agaknya perlu kita menggaris bawahi ungkapan dan penjelasan dari Nabi Muhammad Saw dalam hadits misalnya, “Banyak di antara orang yang berpuasa akan tetapi tidak memperoleh sesuatu dari puasanya, melainkan rasa lapar dan dahaga”. Ini menunjukkan bahwa menahan diri dari lapar dan dahaga bukan tujuan utama dari puasa tersebut.

Allah memerintahkan puasa bukan tanpa sebab. Karena segala sesuatu yang diciptakan tidak ada yang sia-sia dan segala sesuatu yang diperintahkan Allah Swt pasti demi kebaikan hambanya. Kalau kita mengamati lebih lanjut ibadah puasa mempunyai manfaat yang sangat besar karena puasa tidak hanya bermanfaat dari segi rohani tetapi juga dalam segi lahiriah. Tentu barang siapa yang melakukannya dengan ikhlas dan sesuai dengan aturan maka akan diberi ganjaran yang besar oleh Allah SWT.

Puasa mempunyai pengaruh menyeluruh baik secara individu maupun masyarakat dalam hadits telah disebutkan hal-hal yang terkait dengan puasa seperti halnya mengenai kesehatan, dan lain sebagainya. Dalam menjalankan puasa secara tidak langsung telah diajarkan perilaku-perilaku yang baik seperti halnya sabar, jujur, berlaku adil, bisa mengendalikan diri dan lain-lain.

Bagi seorang mukmin yang selalu berpuasa dengan merasakan haus dan lapar walau harus sampai maghrib, tidak ada alasan untuk bersikap masa bodoh dan egoisme, karena ia telah merasakan derita yang dialami oleh fakir miskin dengan penderitaan mereka yang berat. Dan puasa juga menjadi sumber penumbuhan kekuatan cita-cita, Kehendak dan kemauan, puasa juga sebagian sumber yang memancarkan kekuatan beragama dan penambah kekuatan sinar iman dan batin, puasa menjadi sumber pokok kekuatan dan kesehatan.

Allah Swt telah menjadikan ibadah puasa khusus untuk diri-Nya diantara amal-amal ibadah lainnya. Puasa difungsikan sebagai benteng yang kokoh yang kemudian dapat menjaga manusia dari bujuk rayu setan. Dengan puasa, syahwat yang bersemayam dalam diri manusia akan terkekang sehingga manusia tidak lagi menjadi budak nafsu tetapi manusia akan menjadi majikannya.

Jadi inti pendidikan Ilahi melalui ibadah puasa ialah penanaman dan pengukuhan kesadaran yang sedalam-dalamnya akan Ke-Maha-Hadiran Allah, adalah kesadaran ini yang melandasi ketaqwaan atau merupakan hakikat ketaqwaan itu, dan membimbing seseorang kearah tingkah laku yang terpuji, dengan begitu dapat diharapkan akan tampil sebagai pribadi yang berbudi pekerti luhur, taat, dan berakhlakul karimah sebagaimana firman Allah Swt dalam surat al-Baqarah ayat 183 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Comment