Pemuda Desa Bonto Baji Akan Wujudkan SDGs Desa

Sulengka.net — Pemuda Desa Bonto Baji, Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba akan melakukan Pemetaan desa. Hal tersebut disampaikan oleh Tasman Ambar Matttuliang selaku Ketua Tim Pemetaan. Sabtu, 19 Desember 2020.

Menurutnya kegiatan tersebut dilakukan agar desa memiliki database. Dari hasil pemetaan yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk menjemput program-program pemerintah, baik daerah hingga pusat.

“Pemetaan juga sangat berguna untuk melihat potensi yang dimiliki oleh desa,” kata dia.

Sebelumnya, Tasman telah menyelesaikan program pemetaan desa wisata dan adat di lima Desa Di Kabupaten Badung, Provinsi Bali dibawah naungan Yayasan Bhumi Bagya Jakarta dan Rumah Intaran Bali.

Menurut Tasman, Bali yang kini menjadi kota tujuan wisatawan lokal maupun asing itu karena dengan mengandalkan database wilayah yang valid.

“Itulah sebabnya sehingga di desa juga penting melakukan pemetaan untuk membuat database desa, agar pemerintah desa dengan mudah mensinergikan program daerah maupun pusat,” ungkap dia.

Merasa punya beban dan tanggung jawab sebagai pemuda yang lahir di Desa Bontobaji, sehingga Tasman merasa terpanggil menginisiasi melakukan program pemetaan di desanya.

“Sejak awal terlibat pemetaan desa di Bali, saya sudah rencanakan, Tapi karena baru selesai, makanya baru mulai di desa tempat saya lahir,” jelas Tasman.

Ditanya soal sejauh mana progres rencana pemetaannya, Tasman menjelaskan masih dalam tahap Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Tim lapangan, yang digelar secara virtual melalui Aplikasi zoom.

“Baru seminggu Bimtek kami berjalan,” singkatnya.

Tasman menambahkan Jika seluruh data primer dan sekunder sudah mereka  peroleh maka output yang langsung Tim berikan ialah database desa, buku desa, photobook desa, video desa, website desa hingga aplikasi desa.

“Berdasarkan itu semua akan kelihatan potensi-potensi desa yang bisa kita kembangkan,” tuturnya.

Selain itu Tasman menganggap bahwa dengan melalui pemetaan tersebut desa akan lebih mampu mewujudkan Program Kementerian desa yakni, Sustainable Development Goals atau yang kerap diketahui SDGs desa.

“Meski SDGs Desa erat kaitannya dengan era revolusi industri 4.0 namun bukan berarti kita akan menghiraukan adat budaya lokal,” kata dia.

Menurutnya, justru desa yang masih punya adat dan budaya lokal ditengah masyarakat itu bisa jadi keunggulan untuk kemajuan desa.

“Yang terpenting ialah punya datanya, tahu alurnya, ada inisiatif serta dukungan dan relasi yang baik ke pemerintah,” ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan Irham Basman, ketua BPD desa Bontobaji itu sadar akan potensi yang dimiliki desanya namun menurutnya hanya saja belum dimaksimalkan secara utuh.

“Bonto Baji punya kekayaan alam, punya potensi SDM yang mumpuni hanya saja kita belum maksimalkan dan ini yang akan kami mulai kerjakan semua setelah memegang data yang valid dari hasil pemetaan,” tutup dia.

Penting diketahui, Desa Bonto Baji ialah desa yang perbatasan langsung dengan desa Tanah Toa, Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba sebagai kawasan adat Kajang sehingga Masyarakatnya masih kental dengan budaya kearifan lokalnya.

Comment