Pemimpin Rasa Coto Makassar

Oleh: Raden Wirawan (Dosen STMIK Bina Adinata Bulukumba)

Tahun 2020 tepatnya tanggal 9 Desember akan digelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di 270 wilayah 9 provinsi 224 kabupaten dan 37 kota. Kabupaten Bulukumba salah satu kabupaten yang akan melaksanakan pilkada ditengah pandemi covid-19.

Saat ini merupakan masa kampanye bagi calon pemimpin baru. Masa kampanye ini berlangsung sejak 26 September dan berakhir pada 5 Desember 2020. Masa dimana setiap calon pemimpin mengkampanyekan diri mereka bahwa seberapa pantas mereka bisa dipilih untuk menjadi pemimpin
Proses pemilihan di Indonesia dalam suatu pemerintahan baik lokal maupun nasional dilakukan setiap lima tahun sekali dalam satu periode pemerintahan.

Pemilihan dilakukan oleh masyarakat atau rakyat yang sudah memenuhi syarat untuk menjadi pemilih. Satu pemilih mewakili satu suara atau satu poin bagi calon yang terpilih untuk menduduki jabatan (Kepemimpinan).

Kepemimpinan merupakan sebuah modal yang harus dimiliki oleh para pemimpin. Kepemimpinan itu adalah amanah, titipan Allah SWT. Jangan menjadikan jabatan sebagai keistimewaan, fasilitas, kewenangan tanpa batas, dan popularitas, tetapi jadikan jabatan sebagai tanggung jawab, pengorbanan, pelayanan, keteladanan yang dinilai dan dilihat banyak orang.

Ada 5 gaya kepemimpinan yaitu Otokratis, Militeristis, Paternalistis, Kharismatik, dan demokratis.
Bagaimana jika kita memilih pemimpin berdasarkan perasaan atau pake hati ?

Memilih pemimpin jangan disamakan jika kita memesan coto makassar, memesan coto pake hati.
Memilih pemimpin hanya karena adanya ikatan kekeluargaan, ikatan persahabatan, kerjasama bisnis atau ada udang dibalik batu (janji sepihak setelah terpilih) serta adanya serangan fajar. Zaman sekarang adalah zaman teknologi, segala informasi dapat kita ketahui melalui sistem informasi mobile. Hanya berdiam diri di rumah, membuka internet atau media sosial kita sudah bisa mengetahui kriteria atau ciri dari setiap calon pemimpin yang akan kita pilih.

Jangan salah memilih, karena pemimpin yang baru ada ditangan kita (rakyat). Pilihlah pemimpin yang berkualitas.
Pada zaman setelah kepemimpinan Rasulullah SAW, pemimpin baru dipilih karena keteladanannya, budi pekerti luhurnya, kemampuannya dan fungsinya bagi orang lain bukan karena mencalonkan diri untuk menjadi pemimpin:

Pertama Abu Bakar Assidiq bersifat percaya sepenuhnya kepada Rasulullah SAW. Artinya bahwa modal seorang pemimpin adalah mendapat kepercayaan dari orang lain.

Selanjutnya Umar Ibnu Khattab bersifat kuat, berani dan tidak takut menegakkan kebenaran. Artinya bahwa kekuasaan akan efektif apabila ditunjang oleh semangat keberanian membela kebenaran.

Ustman Ibnu Affan pedagang kaya raya yang rela menafkahkan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan Rasulullah SAW. Artinya sebuah kepemimpinan akan lebih lancar apabila ditunjang dengan kondisi ekonomi yang baik dan keuangan yang lancar.

Dan Ali Ibnu Abi Thalib pemuda berani dan tegas, kreatif, rela berkorban dan lebih suka bekerja dari pada bicara. Artinya kepemimpinan akan semakin kuat karena adanya regenerasi. Generasi penerus yang unggul yang akan telaten dalam bekerja, berjiwa muda.

Sama halnya Kepemimpinan sebuah kerajaan. Calon Pemimpin baru dipilih dari generasi penerus (Keturunan). Generasi penerus yang berjiwa pemimpin, memiliki sifat dan perilaku yang baik.

Olehnya itu, berhati hatilah dalam memilih seorang pemimpin dan tetap jaga jarak, cuci tangan serta pakai masker. Mari kita kenali calon pemimpin kita. Kenali orangnya, sifatnya, kemampuannya, dan fungsinya bagi orang lain. Jangan jadikan pemimpin kita Pemimpin Rasa Coto Makassar.

(Opini yang terbit sepenuhnya tanggung jawab penulis)

Comment