Oknum Polisi Diduga Aniaya Anak, Ayah Korban Melapor ke Propam

Sulengka.net — DTN bin Muhammad Aris (17) menjadi korban pemukulan diduga dilakukan oleh 3 anggota kepolisian yakni Aiptu IL dan Brigadir A.M satu anggota belum diketahui namanya. Sabtu, 3 Agustus 2019.

Keberadaan DTN (17) di ruangan penitipan anak Polres Bulukumba di duga terlibat pencurian HP sehingga Muhammad Aris (49) menitip anaknya di ruang penitipan Anak polres Bulukumba pada Jumat, 2 Agustus 2019.

Aris mengaku dirinya hendak menjeguk anaknya yang dititip ruang penitipan Anak Polres Bulukumba dengan maksud membawa makanan anaknya, namun saat Muhammad Aris melihat anaknya, DTN (17) sudah terbaring lemas dan kesakitan dan bagian tangan bagian kanan serta betis bagian kanan yang memar dan merah.

“Saya bawakan anakku nasi di ruangan penitipan Anak, saya tiba-tiba kaget karena anakku menangis dan mengeluh kesakitan, serta lengan dan betis bagian kanannya memar dan merah-merah, padahal hari jumat waktu saya titip anak di polres keadaannya baik-baikji, anakku langsung bilang sama saya bahwa polisi yang pukulka tiga orangki datang,” kata dia.

Saat mengetahui anaknya telah di pukuli oleh oknum Polisi, dirinya hendak melakukan visum untuk pelaporan, terkait kejadian tersebut. Namun pihak polisi yang berjaga menolak memberikan izin, dengan alasan tidak ada kunci ruangan penitipan anak.

Menurutnya saat ini anaknya masih berada diruang Penitipan Anak Polres Bulukumba, dirinya juga tidak di beri lagi izin untuk bertemu dengan anaknya.

“Saat ini anakku masi adaki di ruang penitipan anak, tepatnya di ruang Jatanras Polres Bulukumba, tadi sore saya mau bawakan anakku makanan tapi pihak yang berjaga sudah tidak memberikan lagi ijin ke saya untuk temui anakku, karena nataumi bilang saya keberatan atas pemukulan terhadap anakku,” ungkap Muhammad Aris

Aris sudah merelakan anaknya menjalani proses hukum terkait kasus yang menjeratnya. Namun dirinya keberatan anaknya di pukul.

“Saya kan sudah serahkan anakku untuk diproses guna untuk mempertangung jawabkan perbuatannya, tapi jangan kemudian saya punya anak di pukuli seperti binatang, pokoknya saya tidak terima dan saya akan segera melaporkan perbuatan oknum polisi tersebut ke pihak terkait, dan saya berharap pelaku oknum polisi agar diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata dia.

Sementara itu, Propam Polres Bulukumba Bripka Nurdianto yang menerima laporan Muhammad Aris saat di temui di ruang kerjanya membenarkan adanya warga yang melakukan pelaporan.

“Benar hari ini minggu 4 Agustus saya menerima laporan warga atas nama Muhammad Aris terkait penganiayaan terhadap anaknya, dan laporan ini segera akan diajukan ke pimpinan tertinggi di propam untuk di tindaki,” singkatnya.

Setelah pelaporan dilakukan di Propam Polres Bulukumba, Muhammad Aris melanjutkan pelaporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bulukumba terkait penganiayaan terhadap anaknya yang di lakukan oleh oknum Polisi Bulukumba.

Namun pihak SPKT menolak laporan Muhammad Aris dengan Alasan menunggu proses di propam.

Bripka M. Sakir yang sedang berada di ruang piket mengatakan, dirinya menunggu proses dan hasil dari Propam terkait kejadian yang di laporkan Muhammad Aris.

Aris merasa kecewa dengan keputusan tersebut, karena niatnya mau mengajak anakanya untuk lakukan Visum melalui laporan polisi, namun tidak ada solusi.

“Saya sangat kecewa, sejak hari sabtu saya pulang balik sampai hari ini belum juga dapat kejelasan soal permintaan saya untuk dilakuakan visum terhadap anak saya,” kata dia.

Comment