Nyinyirisme Infrastruktur Langit

Oleh: Muhlis
Mahasiswa Pascasarjana PerguNU Bulukumba

Pasca debat Calon Wakil Presiden (Cawapres), sederet penggalan kalimat menjadi bahan meme di beranda media sosial. Karena sedikit gerah, saya tak bisa lagi menahan diri untuk tak berkomentar. Lagi pula saya bukan penyelenggara pemilu yang harus netral secara terus menerus.

Objektifitas
Yang menjadi prinsip saya dalam berkomentar adalah objektifitas. Memang sulit untuk objektif dalam mamandang sesuatu, namun ini saya jadikan sebagai proses. Paling tidak, usaha saya tidak memunculkan kontroversi lain yang bisa mengarah kepada cacian apalagi fitnah.

Kyai Ma’ruf dan Pak Sandiaga Uno adalah dua sosok yang luar biasa. Buktinya mereka berdua menjadi pilihan untuk mendampingi masing-masing calon presiden. Mereka adalah tokoh yang punya ciri khasnya masing-masing. Mapan dibidangnya. Sehingga mereka punya banyak pengalaman yang bisa dijadikan sebagai kekayaan referensi untuk memimpin bangsa ini ketika terpilih kelak.

Meskipun debat semalam tak seheboh debat klasik antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo, namun tetap saja bagi netizen penganut aliran nyinyirisme punya banyak cela untuk menghebohkan media sosial, satu di antaranya adalah kalimat “Infrastruktur Langit”. Cukup menarik.

Memang tidak mungkin untuk menyelaraskan pengetahuan kita dengan pengetahuan orang lain. Selain referensi yang berbeda, tingkat kearifan berfikir pun juga berbeda. Kyai Ma’ruf sebagai sosok ulama yang menempuh jalur politis untuk memperjuangkan umat tentu memiliki banyak pengalaman dan kedalaman ilmu politik. Agama, jangan tanya lagi. Jadi saat membaca status nyinyir tentang program Infrastruktur langit, saya hanya bergumam, “Ah, kalian belum faham.”

Infrastruktur Langit
Infrastruktur langit adalah program prioritas pasangan calon nomor urut 01. Ini adalah proses untuk memperlancar lalu lintas jaringan di bumi Indonesia. Ini adalah fasilitas agar jaringan 4G bahkan 5G, kelak, bisa dirasakan sampai ke pelosok. Efeknya apa? Bagi para padangkang onleng (Online Shop) penyediakursusan, dan segala hal yang berkaitan dengan IT, bisa diakses dengan mudah dan cepat.

Jadi, infrastruktur langit itu bukan membangun sariga-sariga, (Tempat duduk yang biasanya terbuat dari bambu), jalan tol, jembatan, atau bandara di atas langit. Akan tetapi fasilitas untuk mempercepat pembangunan dalam hal jaringan.

Menyilang Pertanyaan
Jika sampai sini belum faham, silahkan digugling saja (Cari di Google). Untuk para kampret, jika tak faham Jangan bertanya pada sesama Kampret. Begitupun dengan para cebong yang tak faham konsep pendidikan Pak Sandiaga Uno yang katanya UN mau dihapuskan, silahkan tanya kepada Kampret, jangan tanya ke sesama Cebong. Karena menyilang pertanyaan akan membuat kalian tampil lebih cerdas.

Setelah menyaksikan debat. Jangan heran jika Kyai Ma’ruf tampil lebih baik dari ekspektasi yang dibayangkan. Karena memimpin bangsa ini, selain usia, akal dan hati harus jernih dalam melihat sesuatu. Ikhtiar dan niat baik untuk mengabdi harus menjadi hal yang utama.

Pada akhirnya, jika terjadi kekeliruan dari tulisan ini, mohon cebong bantulah. Jika menulis ini saya dikatai cebong oleh para kampret, silahkan saja. Karena jika saya melihat sesuatu yang realistis dari Pak Prabowo dan Pak Sandiaga Uno, maka tunggulah, saya akan jadi kampret pada waktunya. (*)

Comment