Mengapa Allah Merahasiakan Malam Lailatul Qadar?

Oleh: Jusman Imam (Pembina Tahfidzul Quran Ponpes As’adiyah Galung Beru)

Sulengka.net — Lailatul qadar adalah malam terbaik dari seluruh malam-malam bulan ramadhan. Bahkan, dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa malam lailatul qadar itu lebih baik dari pada 1000 bulan.

Namun sayang, banyak versi yang menerangkan malam terjadinya lailatul qadar. Dibeberapa kitab diterangkan bahwa lailatul qadar jatuh pada tanggal-tanggal ganjil sepuluh hari terakhir bulan ramadhan.

Ada juga ulama yang berpendapat lailatul qadar pernah terjadi di malam pertama bulan ramadan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa lailatul qadar masih menjadi misteri.

Mengapa demikian? Dalam kitab Risalah Nawadirul Hikayah, Syekh Syihabuddin Bin Salamah Al-Qalyubi menerangkan, Allah memang sengaja menyamarkan beberapa perkara bagi manusia. Salah satunya adalah malam seribu bulan, lailatul qadar. Allah Swt merahasiakan lailatul qadar di dalam bulan ramadhan supaya manusia bersungguh-sungguh dalam menghidupkan malam-malam ramadhan.

Dengan harapan, manusia dapat menjumpai lailatul qadar tersebut. Bukannya Allah itu mengada-ada tentang lailatul qadar, bukan juga Allah hanya ingin memberi harapan palsu bagi hambanya dengan iming-iming lailatul qadar.

Sesuai penjelasan di atas, Allah menyamarkan lailatul qadar tak lain hanyalah agar manusia bersungguh-sungguh di setiap malamnya.

Karena jika Allah memberi tahu kapan waktu lailatul qadar, niscaya manusia hanya akan konsentrasi pada malam itu saja. Dan bermalas-malas di malam berikutnya. Qadar bisa bermakna ukuran.

Ukuran segala sesuatu itu ditetapkan pada malam itu, rezeki seseorang, apakah dia bahagia atau tidak? Sampai setahun ke depan ditetapkan pada malam itu.

Lailatul qadar memiliki sejumlah keistimewaan. Betapa tidak. Pada malam itu Alquran diturunkan. Selain itu, Lailatul qadar lebih baik dari 1.000 bulan.

Lailatul qadar membawa kedamaian dan rasa aman kepada siapa saja yang menjumpainya sampai terbit fajar.

Dalam sebuah riwayat, yang dimaksud fajar adalah terbit fajar di keesokan harinya. Tapi, hatta mathla’il fajr berarti sampai tiba saatnya fajar kehidupannya yang baru di akhirat nanti.

Marilah kita bersungguh-sungguh dalam setiap malam ramadhan. Dengan harapan suatu malam nanti saat kita beribadah, bertepatan dengan malam seribu bulan. Amin.

Comment