Mendorong Peningkatan Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintahan Desa

Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (TA-PSD) Kabupaten Bulukumba, Hamzah saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Desa Padang Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba. Rabu, 22 Januari 2020.

Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (TA-PSD) Kabupaten Bulukumba, Hamzah saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Desa Padang Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba. Rabu, 22 Januari 2020.

Sulengka.net — Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (TA-PSD) Kabupaten Bulukumba menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Desa Padang Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba. Rabu, 22 Januari 2020.

Dalam kegiatan tersebut, TA PSD Bulukumba, Hamzah mengatakan bahwa kehadiran pendamping dalam implementasi undang-undang desa dalam pembangunan desa memiliki tujuan yang jelas.

“Tujuannya adalah peningkatan efektivitas dan akuntabilitas tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa, meningkatkan prakarsa dengan kesadaran partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan, mulai perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban,” kata dia.

Dia melanjutkan bahwa partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan desa biasanya akan muncul, jika pemerintah desa transparan dan terbuka dalam mengelola pembangunan.

“Jadi semakin terbuka pemerintah desa dalam mengelola pembangunan, sehingga warga desa dapat mengakses informasi pembangunan, maka semakin partisipatif warga dalam berbagai kegiatan, seperti Musrenbang,” kata dia.

Hamzah menjelaskan, pemerintah desa akan mendapat legitimasi kuat dari masyarakat dipimpinnya. Hal tersebut implementasi makna dari pemerintah memiliki masyarakat dan masyarakat memiliki pemerintah.

“Hal lain dalam perencanaan pembangunan, harus melihat indikator Indeks Desa Membangun (IDM). Sehingga capaian pembangunan mampu merubah status Desa, dari tertinggal menjadi berkembang, berkembang menjadi maju, maju menuju mandiri,” jelas Hamzah.

Di tahun ke-6 implementasi undang-undang desa, diharapkan berorientasi pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Menciptakan SDM unggul dimasa depan. Kegiatan konvergensi pencegahan dab penanganan stunting sedapat MGK bisa berjalan baik di lapangan. Melalui komunikasi dan Koordinasi efektif diantara para pemangku kepentingan di desa,” kata dia.

Comment