Meluruskan Anggapan Perempuan Itu Baperan

Oleh: Syahbana Syarif Palkan, Mahasiswa Institut KH. Abd. Chalim Mojokerto.


Sulengka.net — Dewasa ini sedang marak-maraknya istilah “Baper” atau bawa perasaan. Bahkan istilah baper ini Identik ditujukan kepada kaum perempuan.

Why? Berdasarkan penelitian Ragini Veema “Perempuan lebih sering menggunakan otak kanannya, hal tersebut yang menjadi alasan perempuan lebih mampu melihat dari berbagai sudut pandang dan menarik kesimpulan, otak perempuan lebih bisa mengaitkan memori dan keadaan sosial, ini yang menjadi alasan perempuan lebih sering mengandalkan perasaan”.

Menurut kajian Tel Aviv, “Perempuan dapat menyerap informasi lima kali lebih cepat dibandingkan laki-laki. Ini menjadi alasan perempuan lebih cepat menyimpulkan sesuatu dibanding laki-laki”.

Disini saya hanya ingin meluruskan mengenai anggapan-anggapan bahwa perempuan itu baperan, dan dari segelintir orang ada yang mengatakan bahwa baperan itu adalah kelemahan. Disini posisi saya juga sebagai perempuan, awalnya Saya biasa saja ketika mendengar anggapan-anggapan tersebut, tapi makin kesini jujur itu membuat saya dan mungkin para perempuan lainnya merasa risih. 

Setelah membaca beberapa artikel, disana banyak yang mengatakan bahwa perempuan itu cenderung lebih mengedepankan perasaan dibanding logika.

Perempuan lebih mudah tersentuh dan cenderung lebih peka dengan sekitarnya. Oleh karena nya perempuan mudah terbawa perasaan dibanding dengan laki-laki. Hati perempuan diciptakan Tuhan dengan penuh kelembutan.

Setiap mengambil keputusan atau tindakan “kebanyakan” perempuan cenderung mengedepankan perasaannya. Dalam hal apapun perasaan perempuan akan ikut andil didalam nya. Oleh karenanya Tuhan menciptakan rahim dan menitipkan bayi dalam tubuh perempuan. Karena perempuan memang sudah dirancang Oleh Tuhan untuk mendidik dengan kelembutan, agar selaras dengan sifat laki-laki yang cenderung tegas.

Dalam diri manusia ada yang disebut naluri, yaitu respon otomatis dari otak. Naluri perempuan dan laki-laki berbeda. Naluri perempuan disebut dengan Electra. Dimana Electra ini cenderung ke hal-hal yang feminim dan ingin tampil menarik, manja dan penuh kasih sayang. Jangan heran ketika wanita suka berhias diri, itu adalah salah satu bentuk pemenuhan terhadap nalurinya. Tidak semua perempuan berdandan karena ingin dilirik oleh lawan jenisnya, tetapi untuk memuaskan dirinya sendiri.

Naluri Electra ini juga menyebabkan perempuan gampang tersentuh hatinya,ketika mendapatkan perhatian lebih. Mudah menangis ketika sedikit saja disentil hatinya. Tuhan menciptakan air mata perempuan bukan sebagai kelemahan, melainkan sebagai anugerah, dimana dengan air mata ini perempuan mampu mengekspresikan apa yang ia rasakan, baik itu senang ataupun sedih. 

Dengan naluri Electra ini perempuan menjadi lebih peka terhadap sekeliling nya. Bahkan tanpa di jelaskan perempuan akan jauh lebih dulu sadar ada yang tidak beres disekelilingnya dibanding laki-laki. Bukankah itu kelebihan? Inilah kenapa perempuan terkadang  disebut baperan, karena itu adalah respon otomatis dari otaknya, bisa disebut ini “diluar kendali”.

Comment