Lapas Bulukumba Tidak Terima Tahanan Yang Belum Divaksin

Sulengka.net — Sejak Pandemi Covid-19, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bulukumba melakukan pemblokiran pertemuan atau kunjungan keluarga demi memutus mata rantai penularan. Kebijakan tersebut telah diberlakukan sejak setahun terakhir.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas), Syarifuddin Nakku mengatakan, aturan tentang di tiadakannya kunjungan keluarga terhadap warga binaan bukan hanya berlaku di Bulukumba, tetapi ini berlaku secara Nasional sesuai dengan edaran Kementerian.

“Karena sudah 1 tahun lebih tidak ada kunjungan dan bukan hanya di Bulukumba aturan ini berlaku secara menyeluruh sesuai dengan edaran Kementerian untuk memutus tali penyebaran Covid-19 sehingga diblokir pertemuan keluarga,” kata dia, Senin, 6 September 2021.

Dia melanjutkan, dengan adanya surat edaran Pimpinan Wilayah, bahwa seluruh warga binaan diwajibkan mendapatkan pelayanan Vaksin, pihaknya tegas menindaklanjuti surat edaran tersebut.

“Untuk tahanan ini, baru Minggu kemarin ada surat kita terima, lalu kemudian kami tindaklanjuti bahwa seluruh warga binaan diwajibkan mendapatkan pelayanan Vaksin,” kata dia.

Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dan Dinas terkait serta Dandim dan Kapolres. Koordinasi tersebut mendapat respon baik, sehingga vaksin tahap pertama berjalan dengan baik.

“Kita koordinasi dengan Bupati, Dinas Kesehatan, Dandim, dan Kapolres Bulukumba. Alhamdulillah kemarin ada respon dan tahap pertama sudah kita laksanakan dan Untuk vaksin tahap kedua di tanggal 27 mendatang, dan Lapas lain malah sudah banyak yang selesai dan kita di Bulukumba paling terakhir melakukan vaksin,” bebernya.

“Untuk tahanan baru yang dilimpahkan kejaksaan ke Lapas belum vaksin, kami tidak akan menerima sebelum melakukan Vaksin pertama, karena di Lapas sudah melakukan Vaksin tahap pertama,” kata dia.

Dia menjelaskan, tahanan yang belum vaksin bakal dikembalikan ke penyidik dan kejaksaan. Pasalnya, Lapas Bulukumba sudah tidak ada lagi vaksin pertama.

“Kita sudah memasuki tahap kedua dan kita juga tidak punya stok vaksin, cuma di Polres yang memiliki stok untuk saat ini, dan kami juga sudah koordinasi dengan Kejari Kasi Pidum dan kami juga Surati Kapolres tentang hal ini,”jelas dia.

Saripuddin Nakku juga menambahkan bahwa tidak ada paksaan untuk melakukan vaksin bagi masyarakat yang tidak memiliki kasus, akan tetapi lain halnya di Lapas, ada undang-undang yang mengatur.

“Memang tidak dipaksakan akan tetapi dalam hal ini di dalam lembaga ada yang atur, kerena di dalamnya di lindungi undang-undang, dan yang tidak bisa di vaksin adalah mereka yang memiliki penyakit bawaan, dan harus ada Rekam medis yang membuktikan,” tutup dia.

 

Comment