Kondisi Keamanan Bulukumba dan AKBP Syamsu Ridwan [Sulengka Cempaka]

Kapolres Bulukumba, AKBP Syamsu Ridwan mengungkap bagaimana ia mampu memimpin anggotanya dengan baik. Hal tersebut dipaparkan pada saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sulengka Cempaka, Rabu, 2 Oktober 2019.

Sulengka.net — Eks Kapolres Kabupaten Selayar itu membuat trobosan baru diinternal Polres Bulukumba. Salah satu inisiasi yang dilakukannya adalah pengajian dan doa bersama pada Hari Kamis tiap Pekannya. Hal itu sudah dilakukan sejak ia menjalankan tugasnya sebagai Kapolres Bulukumba setahun lalu.

Kegiatan itu dimulai dengan Shalat Duha, Yasinan kemudian dilanjutkan dengan Tauziah. Menurutnya, itu adalah cara untuk menghilangkan kesan sangar kepolisian nantinya di tengah masyarakat. Saat ini dia telah berhasil mengubah wajah Polres Bulukumba, dari kesan sangar menjadi bersahabat, melayani dan mengayomi.

Syamsu Ridwan juga menceritakan bagaimana ia bertugas di Kabupaten Bulukumba. Dia mengakui terdapat perbedaan kondisi saat ia bertugas di Papua, Jawa dan Sulawesi Selatan khususnya Kabupaten Bulukumba. ”Kita harus berbaur dengan masyarakat sehingga kita bisa mengenali tradisi,” kata dia.

Ditanya hobi barunya mengendarai motor trail, dia mengakui bahwa itu juga untuk kepentingan tugas dalam rangka mengontrol Babhinkantibmas di Desa. Kondisi wilayah di Kabupaten Bulukumba yang beragam membuatnya harus berkendara roda dua hingga kepelosok.

”Kadang juga ada warga yang tidak tahu kalau saya Kapolres Bulukumba, tapi ini justru bagus, supaya warga tidak canggung bercengkrama dan menceritakan bagaimana kondisi desanya pada saat kami berdiskusi,” kata dia.

Dia menjelaskan bagaimana pentingnya membangun kesadaran bersama, menciptakan kondisi keamanan ditiap sendi kehidupan. Menciptakan rasa aman bagi semua adalah tugas bersama.

”Keamanan bukan hanya tugas kami, peran dan partisipasi masyarakat sangat penting untuk menciptakan keamanan. Semua sektor tidak akan berkembang jika suatu daerah tidak aman,” ungkap Syamsu Ridwan.

Ditanya soal kegiatan Sulengka Cempaka, dia mengapresiasi kegiatan tersebut dengan mengungkap filosopi kata Sulengka. Menurutnya, Sulengka berarti duduk bersilah, kondisi ini diharapkan mampu membuka ruang untuk menyelesaikan semua persoalan.

”Begini, semoga bersulengka bisa menyelesaikan persoalan warga ditingkat bawah. Kalau persoalan bisa diselesaikan dengan bersulengka, tidak usah lagi persoalan itu dibawa ke ranah kepolisian. Makanya, peran dan kesadaran masyarakat sangat penting untuk menciptakan kondisi keamanan disuatu wilayah,” kata dia.

Dia juga berharap kegiatan Sulengka Cempaka bisa dikemas dengan melibatkan masyarakat di 10 Kecamatan di Kabupaten Bulukumba.

Comment