Kades Tritiro Luruskan Hoax Menyerangnya

Lapangan Desa Tritiro pada saat dikerja.

Lapangan Desa Tritiro pada saat dikerja.

Sulengka.net — Kepala Desa Tritiro Kecamatan Bontotiro, Saiful Amar merasa dirugikan dengan narasi hoax yang terbit media koranperangikorupsi.com pada Minggu, 19 April 2020.

Kepada sulengka.net, Selasa, 21 April 2020, Saiful Amar menyayangkan sikap media tersebut yang tidak mengkonfirmasi dirinya sebelum beritanya diterbitkan. “Narasinya jelas fitnah, saya dituduh bangun jembatan Rp.500 juta. Padahal memang itu tidak ada,” kata dia.

Sementara pengerjaan lapangan di desanya yang menggunakan eksavator dianggapnya sudah sesuai. “Dibandingkan pengerjaan lapangan dengan desa tetangga kami menyewa eksavator malah tiga kali karena eksavator kewalahan dengan kondisi lapangan yang berbatu dan cukup keras.
Pengerjaan lapangan kami lakukan dua tahap, yakni tahun anggaran 2018 sebesar Rp. 179.016.000 dan tahun anggaran 2019, Rp. 341.303.000,” kata dia.

Soal tidak dilibatkannya, sekretaris desa dalam pembangunan dia menyebutkan bahwa itu tidak benar.

#

“Setiap program pembangunan yang dilaksanakan di Tritiro sudah melalui tahapan perencanaan dimulai dari penyusunan RKP bersama tim RKP di mana sekertaris desa selaku ketua tim RKP lalu membahas bersama BPD. Jadi seluruh penggunaan anggaran disepakati bersama BPD, kemudian pelaksanaan kegiatan pembangunan di lapangan ada tim yang disebut TPK tim pelaksana kegiatan anggotanya lima orang, kami selalu menggunakan asas transparansi dengan menyampaikan di mimbar mimbar mesjid se-desa Tritiro,” kata dia.

Dia menjelaskan setiap rapat koordinasi dengan Kepala Dusun, para RT RW juga telah disampaikan agar dipahami dan menjadi penyambung lidah kepala desa menyebarluaskan informasi tentang anggaran yang dikelolah desa, jadi kalau masih ada yang tidak paham, maka ini jadi tanda tanya.

“Disamping kami juga buat baliho transparansi di depan kantor, kita juga di dampingi oleh Pendamping lokal desa dan pendamping kecamatan,” kata dia.

Dia menyebutkan, pihaknya sudah melakukan penelusuran sekaitan media dengan narasi hoax yang menyerangnya. Hasilnya, pihaknya tidak menemukan struktur redaksi media terkait untuk melakukan klarifikasi.

Selain itu, ulasan narasi yang menyerangnya tersebut tidak memiliki narasumber. “Tidak ada nama narasumber yang dicantumkan. Media itu juga tidak memiliki nomor kontak dan struktur redaksi yang bisa dihubungi,” ungkapnya.

Comment