Kabupaten Pertama di Sulsel, Bupati Andi Utta Resmikan Layanan Endoskopi

Sulengka.net — Sebagai rumah sakit rujukan di wilayah selatan Sulawesi Selatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Sulthan Daeng Radja kembali menambah fasilitas layanan kesehatannya. Fasilitas tersebut adalah layanan Endoskopi sebagai alat atau prosedur untuk melihat kondisi organ tubuh tertentu. Endoskopi dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit dan untuk menunjang beberapa tindakan medis, seperti operasi dan pengambilan sampel jaringan.

Direktur RSUD, dr. Rizal Ridwan mengaku tambahan fasilitas Endoskopi tersebut merupakan layanan pertama yang hadir di tingkat kabupaten di Sulawesi Selatan. Dengan tersedianya layanan Endoskopi, lanjutnya pasien yang mengalami masalah pada saluran pencernaan tidak perlu lagi dirujuk di fasilitas kesehatan yang ada di Makassar.

“Kami berharap pelayanan Endoskopi ini memberikan manfaat, serta memudahkan masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas, cepat, tepat dan akurat,” akunya saat menyampaikan laporan pada acara peresmian operasional Endoskopi di RSUD, Kamis 11 November 2021.

Tidak hanya layanan Endoskopi, dr. Rizal mengaku beberapa bulan ke depan, pihaknya akan mengoperasikan fasilitas layanan Cathlab dan menerapkan digitalisasi pelayanan kesehatan.

Bupati Muchtar Ali Yusuf menyampaikan peningkatan layanan kesehatan harus berbanding lurus dengan manajemen rumah sakit. Ia mendorong RSUD Sulthan Daeng Radja untuk terus berbenah sehingga memiliki manajemen yang sehat.

“Dimana-mana berlaku, jika kunci untuk kesuksesan dari suatu badan layanan seperti rumah sakit adalah manajemen yang baik,” terangnya.

Kehadiran fasilitas Endoskopi kata Andi Utta sapaannya tidak hanya memudahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan. Namun selain itu layanan tersebut menjadi sumber pendapatan rumah sakit dengan adanya pasien rujukan untuk layanan Endoskopi dari daerah lain.

Pada kesempatan tersebut, Andi Utta banyak menceritakan dan membandingkan pengalamannya menerima layanan kesehatan, baik yang ada di Indonesia maupun layanan kesehatan di luar negeri seperti Singapura dan Jepang. Aspek yang dibandingkan terkait teknologi alat kesehatan yang digunakan serta sikap para petugas kesehatan yang melayani.

Dari pengalamannya tersebut, ia pun berpandangan bahwa sesungguhnya SDM dan fasilitas kesehatan yang dimiliki Indonesia sudah cukup, namun kurang percaya diri dan memberikan layanan. Akibatnya masyarakat, khususnya dari kalangan menengah ke atas lebih percaya untuk berobat di luar negeri.

“Kepercayaan masyarakat atas layanan kesehatan harus kita tumbuhkan dengan memberikan layanan yang berkualitas dan profesional,” bebernya.

Andi Utta juga kembali mengingatkan jajaran rumah sakit untuk senantiasa menerapkan 3S (senyum, salam dan sapa) terutama kepada pasien dan keluarga pasien. Juga memastikan sarana dan prasarana dalam kondisi bagus dan layak digunakan dengan melakukan kontrol secara rutin.

“Saya juga minta di rumah sakit terbangun tim work yang solid,” kuncinya.

Peresmian Endoskopi yang dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua dan anggota DPRD tersebut ditandai dengan siaran langsung layanan Endoskopi kepada pasien dari ruang Endoskopi yang disaksikan oleh seluruh tamu undangan melalui monitor yang dipasang di aula RSUD, tempat acara peresmian berlangsung.

Comment