Jembatan Muara Sungai Bialo Terancam Tak Dikerja Tahun ini

Sulengka.net — Jembatan Muara Sungai Bialo merupakan mega proyek yang dibangun periode AM. Sukri Sappewali dan Tomy Satria Yulianto 2017 silam. Hingga kini mega proyek yang menghubungkan Kelurahan Bentenge-Kelurahan Bintarore itu telah menghabiskan anggaran 10 miliar lebih.

Keberlanjutan pembangunan jembatan tersebut juga tersendat akibat pandemi Covid-19. Anggaran keberlanjutan pembangunan Jembatan Muara Bialo termasuk dalam rasionalisasi penganggaran Covid-19.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bulukumba, Rudy Ramlan mengatakan bahwa keberlanjutan pembangunan Jembatan Muara Sungai Bialo tahun ini masih dalam tahap koordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD).

“Jadi saat ini kami masih menunggu hasil perhitungan anggaran perubahan dari TAPD, dan jika anggaran tersebut dapat tersedia dalam Dokumen Anggaran Perubahan 2020 sebesar 29 Miliar, maka pekerjaan jembatan tersebut akan kita lanjutkan tahun ini,”

Namun, Rudy menyebutkan bahwa jika anggaran tersebut tidak tersedia pada anggaran perubahan maka akan diajukan kembali pada APBD Pokok 2021.

Anggota Komisi C DPRD Bulukumba dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Pasakai, beberapa waktu lalu mengatakan, tahun anggaran 2020 ini dialokasikan untuk pembangunan jembatan. Namun, karena wabah covid 19, anggaran pembangunan jembatan dialihkan untuk penanganan Covid 19.

Pasakai mengaku, proyek pembangunan jembatan sungai Bialo tidak bisa selesai. Komisi C menilai ada sejumlah langkah yang harus dilakukan Pemkab untuk mengamankan jembatan dari ancaman abrasi air laut. Perencanannya perlu dikaji kembali. Seperti pembangunan tanggul pengaman jembatan.

Comment