Jembatan Bialo Perlu Diaudit, Bupati Baru Bulukumba Diharap Berani Bertindak

Kondisi terkini Jembatan Muara Sungai Bialo, Kamis, 16 Juni 2020

Jembatan Muara Sungai Bialo, Kamis, 16 Juni 2020

Sulengka.net — Pembangunan Jembatan Muara Sungai Bialo Kabupaten Bulukumba yang dilakukan sejak 2017 silam tersebut perlu dilakukan analisa dan evaluasi ulang. Hal tersebut diungkapkan Tokoh Masyarakat Kajang, Abdul Kahar Muslim pada Sulengka.net, Rabu, 3 Maret 2021.

Eks Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulukumba itu mengatakan bahwa, evaluasi tersebut perlu dilakukan mengingat jumlah anggaran pembangunan jembatan tersebut sangat besar.

Dia juga menyebut pembangunan tersebut hanya membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Lebih jauh Pria yang akrab di sapa Bung Kahar ini mengatakan bahwa pengerjaan Jembatan Muara Suangai Bialo tidak sesuai dengan Bestek atau gambar kerja.

“Jembatan Muara Sungai Bialo perlu dilakukan audit dan tinjauan khusus. Karena jumlah anggaran dan durasi pembangunan jembatan dianggap sudah cukup lama dan pengerjaannya belum kunjung rampung,” kata dia.

Dirinya meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan audit fisik pada Jembatan Muara Sungai Bialo.

Ditanya lebih jauh soal pucuk pimpinan baru di Kabupaten Bulukumba, Bung Kahar meminta Bupati Bulukumba, H. Andi Muchtar Ali Yusuf harus berani melakukan tindakan penyelamatan penggunaan anggaran pada pelaksanaan program tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bulukumba, H. Patudangi mengatakan bahwa pengerjaan Pembangunan Jembatan Muara Sungai Bialo saat ini sementara dalam proses tender.

Sekadar diketahui, anggaran di tahun 2020 untuk Jembatan Muara Sungai Bialo sebesar Rp 30 miliar. Anggaran itu dialihkan ke Covid-19. Mengingat jumlah anggaran tahun 2021 tersedia sangat terbatas, Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba hanya menyiapkan pekerjaan rangka maupun plat sebesar Rp 23 miliar.

Comment