Ini Strategi HM21 Dalam Penanganan Covid-19 Jika Terpilih Pimpinan Bulukumba

Sulengka.net — Debat Publik ketiga atau debat terakhir kandidat pasangan calon (Paslon) Pilkada Bulukumba 2020 kembali digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Bulukumba, Selasa (1/12/2020) malam.

Debat berlangsung di Ballroom, Hotel Four points by Sheraton Kota Makassar dengan tetap menerapkan protokol dengan peserta atau tamu debat publik terbatas.

Salah satu isu sentra dalam debat adalah penanganan dan penanggulangan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Andi Hamzah Pangki-Andi Murniyati Makking atau HM21 tampil memukau dalam debat, paslon bertagline Bulukumba Bangkit ini diawal jalannya debat terlihat menguasai isu Covid-19 saat menjawab pertanyaan dari panelis.

Terlebih, dalam kampanye atau sosialisasi tahapan Pilkada. Duo ketua partai ini selalu menerapkan dan mengedepankan protokol kesehatan Covid-19 saat menyapa masyarakat, seperti membagikan masker, menyiapkan kursi sendiri sebanyak 50 buah dan menganjurkan masyarakat untuk mencuci tangan terlebih dahulu.

Olehnya, mereka mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menangani Covid-19 di Bulukumba jika kelak diberikan amanah oleh masyarakat memimpin.

Calon Bupati Bulukumba, Andi Hamzah Pangki mengatakan, pertama akan mencetukan atau membuat peraturan daerah (Perda) khusus dalam penanggulangan Virus Corona.

Kedua, melakukan penyediaan anggaran khusus juga akan dilakukannya, dalam penanganan baik penanganan langsung maupun dampak ekonomi yang timbul di masyarakat akibat Covid-19.

“Pertama kita akan membuat perda khusus supaya penanganan betul-betul maksimal sampai kebawah. Kedua, penyediaan porsi anggaran baik penanganan langsung serta dampak ekonomi yang ditimbulkan Covid-19 ini. Perda Khusus penanganan dan perda anggaran akan kami pisah lalu diikat peraturan Bupati (Perbub) supaya tidak menimbulkan dampak hukum penggunaan dilain hari,” jelas Hamzah Pangki.

Selain itu, ketua partai Golkar Bulukumba ini juga telah memikirkan dampak lain akibat Covid-19 seperti, dampak PHK pekerja karena dirumahkan yang otomatis menambah angka jumlah pengangguran.

Olehnya ia menggagas, konsep wirausaha untuk masyarakat, selain akan memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp.2.500.000 kepada kaum perempuan baik ibu rumah tangga, atau kaum milenial perempuan.

“Satu lagi, ada juga dampak pekerja yang ditimbulkan Covid-19 ini dimana banyak pekerja yang di PHK atau dirumahkan. Kami sudah memikirkan jauh hari sebelumnya saat masih di dewan. Insyaallah kami akan melakukan pelatihan membuka wirausaha, yang akan bekerjasama sama dengan 5 Balai Latihan Kerja terbesar di Indonesia dengan sumber anggaran dari APBD maupun APBN, kita akan terus mengkaji dampak dan cara penanggulangan Covid-19 kedepannya,” tutup Hamzah Pangki.

Comment