Humor Gus Dur dan Doa Paus Fransiskus

Abdul

Oleh : Abdul Hakim Madda, Warga Biasa di Pasangkayu.

Sulengka.net –Tahun 2010, Pustaka Alvabet menerbitkan sebuah buku berjudul: “Ger-Geran Bersama Gus Dur” Buku ini sunting oleh Hamid Basyaib. Isinya menghimpun sebagian anekdot, banyolan dan kisah-kisah humor ala Gus Dur dan orang lain tentang Gus Dur.

Di ceritakan dalam buku itu bahwa Gus Dur bertutur tentang sebuah kisah sedih seorang kiai asal Klaten Jawa Tengah.

Menurut Gus Dur, kiai kita ini memiliki tiga orang anak. Dua diantaranya sudah “jadi orang”, keadaan ekonominya mapan. Kehidupan agamanya pun baik-baik saja. Pak kiai bersyukur karenanya.

Tapi celaka, yang paling kecil pindah ke Agama Kristen. Inilah yang membuat pak kiai sangat berduka. Setiap malam ia berdoa sambil menangis.

“Ya, Tuhan aku bersyukur karena kedua anakku hidup sejahtera. Ibadah mereka pun istiqomah. Tapi, mengapa anak bungsu ku masuk Kristen?. Aku sungguh memprihatinkan nasibnya. Mohon yaa Tuhan, tunjukkan dia jalan yang lurus”.

Setiap malam pak kiai memanjatkan doa seperti itu.

Pada suatu malam, dia mendengar jawaban, “kamu punya tiga anak, yang dua lumayan nasibnya, tapi hanya karena yang seorang pindah ke Agama Kristen kamu begitu sedih.”

“Sementara aku, anakku cuma satu-satunya, itu pun masuk Kristen pula…”

Berkesan kontroversial, Tidak beberapa lama kemudian kisah itu viral. Gus Dur dituduh kafir.

Suatu ketika Gus Dur ditanya oleh seorang santri tentang sikapnya saat dituduh kafir. Jawaban Gus Dur singkat namun brilian,

“Ya nggak apa-apa dibilang kafir, tinggal baca syahadat lagi, jadi Islam lagi.”

Banyak cerita lucu yang di nisbahkan pada presiden keempat ini. Humor-humornya segar dan trengginas, bisa menyentil apa dan siapa saja. Spetrumnya juga luas. Politik, sosial, budaya bahkan agama.

Dari sekian banyak humor-humornya ada yang di bukukan. Tapi tidak sedikit pula masih dalam bentuk lisan.

Ada yang mengatakan hakekat pemikiran Gus Dur adalah humor. Humor dan Gus Dur seperti dua sisi mata uang. Memisahkan Gus Dur dengan humor laiknya memisahkan rasa manis dari gula. Atau memisahkan rasa asin dari garam.

Untuk humor ini Gus Dur tidak sendiri. Pimpinan spritual tertinggi Umat Katholik se-dunia, Paus Fransiskus, malah setiap pagi selalu berdoa agar diberi rasa humor. Baginya “Sense of Humor” yang baik adalah keindahan hidup.

Ketika humor mampu membuat orang tersenyum maka saat itu bunga kehidupan akan bermekaran sehingga dunia terlihat indah dan penuh warna.

Pasang

Comment