Gegara Cengkeh, Adik Tebas Parang Kakak Kandungnya di Bulukumba

Ilustrasi ditebas parang

Ilustrasi ditebas parang.

Sulengka.net — Ramli (48) harus dilarikan ke Puskesmas Borong Rappoa Kecamatan Kindang akibat terkena sabetan parang oleh adiknya sendiri, Edi (30).

Tragedi berdarah tersebut terjadi di dekat kediaman korban di Dusun Kalimulasa Desa Garuntungan Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba, Jumat, 24 Juli 2020 pagi.

Dari hasil pengakuan anak korban, Ina Ulfama, ayahnya mengalami luka sabet di bagian dada kiri dan harus menerima 14 jahitan. Meski demikian, ayahnya berhasil selamat dari tragedi tersebut.

Kepada sulengka.net, Ina Ulfama menceritakan kronologi kejadian yang mengakibatkan ayahnya dirawat di Puskesmas Borong Rappoa. Kejadiannya, kata Ina, bermula pada saat pelaku (Edi) beradu mulut dengan neneknya, Hj. Naha. (Ibu kandung korban dan pelaku).

#

Adu mulut tersebut dipicu saat pelaku bermaksud memetik buah cengkeh, namun dilarang oleh Hj. Naha (Ibu korban dan pelaku). Karena cengkeh tersebut telah diserahkan pada salah seorang cucu Hj. Naha yang merupakan anak korban.

“Tadi pagi saya sedang menyapu di teras rumahku, tiba-tiba datang om ku’ (Edi) mau memetik buah cengkeh yang berada di samping rumahnya nenek ku, tapi nenek ku bilang, kalau buah cengkeh itu sudah diberikan kepada adikku,” kata dia.

Ina menduga karena larangan tersebutlah yang membuat Edi emosi pada ibu kandungnya (Hj. Naha) hingga mengeluarkan kata-kata kasar dan terjadi adu mulut.

Mendengar hal tersebut, sontak korban (Ramli) keluar rumah untuk menengahi dan mengingatkan adiknya sendiri (Edi). Namun, Edi langsung mengagungkan parangnya pada sang kakak (Ramli).

“Bapakku nakasi ingat ji Om ku, tapi karena emosiki langsungji ditebas parang bapakku, tebasan pertama sempat ji na tangkis bapakku, tapi tebasan kedua nakennami dada bagian kirinya,” ungkap Ina.

Dikonfirmasi melalui via selulernya, Kapolsek Kindang, IPTU Muh. Ali HK membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolsek Kindang.

Ditanya soal penyebab kejadian, IPTU. Muh. Ali mengatakan bahwa kasus tersebut disebabkan karena persoalan harta warisan.

“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, kita sementara mengumpulkan bukti-bukti karena bagaimanapun mereka ini adalah saudara kandung,” kata dia.

Comment