Game Dingdong Diduga Mesin Judi, Warga Kecamatan Gantarang Resah

Dingdong

Game Dingdong yang diduga mesin judi.

Sulengka.net — Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bulukumba, Ramil Syam mendesak Polsek Gantarang Kabupaten Bulukumba untuk menutup ruang penggunaan Game Dingdong yang dianggap meresahkan warga. Sabtu, 14 Desember 2019.

Ramil menyebutkan bahwa terdapat beberapa titik yang terindikasi penggunaan game Dingdong yang disinyalir adalah mesin judi. “Kami mendeteksi game tersebut berada di wilayah Bola Cippe Desa Paenre Lompoe, Desa Bialo dan Sawere Desa Bontoraja,” kata dia.

Ramil mengaku pernah bertemu dengan pihak Kapolsek Gantarang, Kompol And. Jalil S untuk menanyakan tindakan yang akan ditempuh Polsek Gantarang.

“Sempat kami bertemu pihak Polsek Gantarang agar praktek game ini segera ditutup, namun berbagai alasan yang disebutkan. Bahwa pihak Polsek siap tutup jika ada payung hukum terkait hal itu,” kata Ramil yang juga merupakan warga Desa Benteng Gantarang Kecamatan Gantarang.

Ramil menganggap bahwa tanggapan Kapolsek terkait aduannya itu dianggap menggelitik. “Ini lucu, praktek yang di indikasi judi, baru ada payung hukumnya,” kata Ramil.

Dia menegaskan bahwa dirinya memberi cukup waktu untuk menutup game Dingdong. “Jika Kapolsek Gantarang tidak mampu menutup ruang penggunaan Game Dingdong, maka sebaiknya Kapolsek Gantarang mundur saja dari alasannya,” tegas Ramil.

Comment