Gaduh, Bedah Rumah Anggota BPD Bulolohe

Sulengka.net — Pelaksanaan pembangunan bedah rumah di Desa Bulolohe Kecamatan Rilauale Kabupaten Bulukumba menuai sorotan. Pasalnya, penerima manfaat adalah salah satu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bulolohe.

Anggota BPD yang menerima bantuan bedah rumah tersebut dianggap menyalahgunakan jabatan fungsional sebagai pejabat desa yang mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri.

Kepala Desa Bulolohe Kecamatan Rilauale, Abdul Rasyid saat dihubungi Sulengka.net melalui selulernya membenarkan bedah rumah. Dan salah satu penerima manfaat adalah anggota BPD Bulolohe.

“Memang ada, dan kita ada hasil proses musyawarah dan disepakati memang rumahnya tidak layak, kemudian kita masukkan di penetapan rancangan kerja pemerintah desa, kemudian di dokumenkan untuk anggaran pembelanjaan pemerintah desa,” kata dia. Selasa, 13 Juli 2021.

Menurut Abdul Rasyid, bedah rumah itu bukan keputusan sepihak kerena melalui musyawarah dan duduk bersama BPD dan Pemdes serta beberapa orang.

“Kita tidak memutuskan sepihak karena di musyawarah kita duduk bersama dengan BPD dan Pemdes dan Beberapa orang untuk membicarakan itu, tidak ada perubahan data sampai anggaran bersilpa, karena keterlambatan laporan administrasi LPJ kemudian di tahun 2021 di realisasikan,” kata dia.

Lebih lanjut, Abdul Rasyid menjelaskan meskipun sudah di bahas dan di tetapkan bersama namun masih banyak masyarakat yang menganggap anggota BPD ini tidak layak mendapatkan bantuan.

“Setiap keputusan ada kontroversi, tapi Tim RKPDes memang sudah menunjuk dengan 2 rumah yang salah satunya Anggota BPD,” kata dia.

Diketahui, Anggota BPD Bulolohe yang menerima bantuan bedah rumah tersebut terdata sebelum menjabat sebagai anggota BPD. Selain itu, informasi yang dihimpun sulengka.net mengungkap bahwa Anggota BPD tersebut memiliki kendaraan roda empat dan memiliki Pertamini.

 

Comment