Disangka Begal, ES jadi Korban Pengeroyokan Warga di Bulukumba

Sulengka.net — Kasus pembegalan yang terjadi di Kabupaten Bulukumba, Senin, 13 Mei 2019 lalu menjadi derita bagi ES (15) Bin Sabil.

Anak yang beralamat di Saweregading Kelurahan Terang-terang Kecamatan Ujungbulu Kabupaten Bulukumba itu, jadi korban pengeroyokan warga di BTN 1 yang terletak di Kelurahan Loka Kecamatan Ujungbulu.

Saat di temui Sulengka.net di Polres Bulukumba, Jumat, 17 Mei 2019, sebelum melaporkan kasus tersebut ke PPA Polres Bulukumba, ES menceritakan mengapa dirinya jadi korban pengeroyokan warga. 

Awalnya, ES hendak mencari kakaknya, Fikram (20) di lokasi tertangkapnya pelaku pembegalan di BTN 1 Bulukumba.

Namun tiba-tiba ada salah seorang warga di lokasi kejadian yang berteriak bahwa dirinya adalah teman dari pelaku pembegalan, ES terus berusaha meyakinkan masyarakat bahwa dirinya bukanlah begal, namun warga yang berada dilokasi kejadian tetap menyerang, menyeret dan memukul ES.

“Saya ke lokasi kejadian karena adanya informasi, bahwa saudara saya yang bernama Fikram sedang dikeroyok di BTN 1, jadi saya ke lokasi kejadian mempertanyakan kepada orang yang masih berkumpul ditempat penangkapan pelaku pembegalan, saya bertanya dimana orang yang di keroyok tadik, orang di lokasi kejadian langsung berteriak kau juga teman begal, saya berusaha meyakinkan bahwa saya bukan pelaku begal ataupun teman begal namun warga tetap mengejar kemudian menjatuhkan saya dan mengeroyok saya, bahkan ada yang tembakki kakiku,” tutupnya.

Sementara itu, Keluarga korban, Iswanto menyayangkan reaksi warga terhadap keluarganya itu yang berada di lokasi penangkapan begal. Karena menduga bahwa yang dikeroyok oleh warga adalah saudaranya padahal saudara korban adalah orang menangkap pelaku begal.

“Jadi yang di keroyok itu adalah begal tapi ES mendapat info bahwa saudaranya sedang di keroyok padahal yang di keroyok adalah begal, sehingga ES ke lokasi kejadian memperjelas apakah benar saudaranya yang dipukul atau begal, alhasiil dia yang dipukul kasian,” kata dia.

Pihak keluarga sudah melaporkan kejadian ini ke polres Bulukumba, dan sudah melakukan visum sebagai bukti pelaporan, korban saat ini sudah berada di rumah setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa jam, dan saat ini kondisinya masih merasakan kesakitan dan trauma terkait kejadian ini.

“Saya minta pihak kepolisian untuk menangkap pelaku pengeroyokan yang dialami oleh keluarga saya, termasuk mengusut tuntas dugaan adanya penembakan di bagian betis keluarga saya,” ungkapnya.

Korban mengalami luka bagian betis yang diduga bekas tembakan jenis softgun. Mata membengkak dan memerah akibat pukulan warga, bagian kepala  memar dan beberapa bagian badan yang masih merasakan sakit. Korban sudah menghadiri panggilan pelaporan untuk dimintai keterangan pihak Kepolisian (*)

Comment