Delapan Fraksi DPRD Bulukumba Tolak UU Cipta Kerja

Sulengka.net — Penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law di Kabupaten Bulukumba yang dilakukan oleh gabungan organisasi membuat delapan Fraksi DPRD Bulukumba turut serta melakukan penolakan terhadap UU tersebut. Kamis, 8 Oktober 2020.

Ketua DPRD Bulukumba H Rijal, pimpinan dan anggota DPRD Bulukumba telah melakukan kajian terlebih dahulu terkait RUU Omnibus Law tersebut, dan pihaknya turut tidak sepakat dengan UU yang telah disepakati oleh DPR-RI pada Selasa malam kemarin.

“UU Omnibus Law ini tidak memihak kepada rakyat, olehnya itu kami sepakat untuk menolaknya”, jelas Rijal kepada Wartawan, Kamis, 8 Oktober 2020.

Politisi muda PPP ini menambahkan, pihaknya juga akan melakukan rapat koordinasi kepada semua fraksi dan akan membuat surat penyataan penolakan yang nantinya akan dilayangkan ke DPR-RI.

“Alhamdulillah delapan fraksi tadi kami sepakati untuk sama-sama menolak UU Omnibus Law ini, besok kami akan kembali rapat koordinasi dan membuat surat pernyataan penolakan” tambah Rijal.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi Golkar Bulukumba Juandy Tandean turut menyampaikan penolakannya di hadapan ribuan massa aksi. Dirinya ikut menolak UU Omnibus Law tersebut karena menurutnya tidak sejalan dengan harapan masyarakat di Bulukumba.

“UU Omnibus Law ini tidak sejalan dengan masyarakat Bulukumba, olehnya itu kami bersama masyarakat menolak UU tersebut” ungkap Juandy.

Bahkan kata Juandy, jika diinginkan untuk mewakili aspirasi masyarakat, dia siap ke Senayan untuk menyampaikan penolakan masyarakat Bulukumba.

Comment