Cerita Sukses Beternak Ayam Petelur

TERNAK AYAM PETELUR

Burhan, pemuda yang memilih usaha ternak ayam petelur

Sulengka.net — Telur ayam merupakan salah satu kebutuhan pokok. Melihat permintaan masih banyak, Burhan memanfaatkan peluang tersebut untuk membuka usaha Peternakan Ayam Petelur.

Kepada Sulengka.net Sabtu, 28 September 2019, Burhan menceritakan bagaimana ia memulai usaha ternak ayam petelur. Awalnya, dia hanya memiliki satu kandang dengan popuasi 1000 ekor ayam.

”Kami memanfaatkan dana KUR, beli lahan di Desa Taccorong Kecamatan Gantarang, pembangunan kandang dan bibit ayam petelur. Awalnya dibangun satu kandang saja, sekarang Alhamdulillah berjalan tiga tahun, kami sudah punya tiga kandang. Satu kandang untuk pembibitan dan dua kandang untuk produksi telur,” kata dia.

Usaha yang dirintis pada 2017 itu kini mampu meraih omset hingga Rp 700 ribu perhari untuk 2000 ekor ayam dan Rp 21 juta perbulan untuk 2000 ekor ayam petelurnya. Kotoran ayam petelurnya juga dijual untuk dijadikan pupuk kompos.

”Sekarang sisa 2000 ekor yang produktif, karna sudah afkir atau sudah tidak produktif lagi sekitar 500 ekor. Sebagian sudah di jual,” kata pria berambut gondrong itu.

Saat ini pemuda kelahiran Bone 1 Agustus 1996 itu membuka peluang kerjasama bagi perusahaan yang membutuhkan telur ayam.

Comment