Cara Pemdes Karama Mengenang Nilai Juang Pahlawan

Sulengka.net — Pembacaan teks proklamasi adalah pertanda Kemerdekaan Indonesia. 17 Agustus 1945 silam. Beragam cara dilakukan untuk peringatan kemerdekaan Indonesia yang genap 76 tahun ini.

Tak heran jika hari kemerdekaan Republik Indonesia mendapatkan posisi spesial, termasuk yang dilakukan Desa Karama Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba.

Di tengah pandemi wabah virus Covid-19, Kepala Desa Karama, Jusman mengaku telah mengajak masyarakat untuk upacara penaikan bendera sebagai cara mengenang nilai juang para pahlawan Nasional yang telah gugur.

“Dihari tanggal 17 Agustus ini kami adakan upacara bendera agar kembali saya mengajak kepada masyarakat Karama untuk menanamkan mengenang nilai juang para pahlawan kita,” ungkap Jusman.

“Saya sengaja adakan upacara di desa supaya selaku pemerintah memperlihatkan di tengah masyarakat desa, bahwa kita semua tetap bisa melaksanakan perayaan kemerdekaan dengan melaksanakan upacara penaikan bendera dan hormat bendera yang tentunya kurang lebih 15 tahun terkahir tidak pernah diadakan upacara di desa,” jelas Jusman.

Jusman juga menambahkan bahwa dirinya selaku mantan TNI yang pensiun dini demi kembali desa kelahirannya untuk membangun desa, sementara dalam upacara penaikan bendera merah putih kembali mengajari nilai-nilai menghormati kepada merah putih sebagai NKRI harga mati.

“Saya selaku kepala desa sekaligus jebolan tentara yang berani pensiun dini meninggalkan ketentaraannya, untuk kembali kampung membangun desanya dan kembali mengajari menghormati nilai hormat kepada merah putih NKRI,” tutup Jusman.

Comment