BUMDes Pelita Harapan Kuatkan Kapasitas Pengelolaan Dana dan Potensi Desa

Sulengka.net — Sebagai upaya dalam mewujudkan desa yang kuat dan mandiri, Kades Taccorong, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, melalui proram BUMDes mengajak warga untuk ikut “Workshop Penguatan Kapasitas Pengelolaan Dana Desa dan Pemanfaatan Potensi Desa” Kamis, 22 Oktober 2020.

Kegiatan ini juga dilakukan sebagai implementasi dari Permendes nomor 13 Tahun 2020 tentang Perioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2021.

Kepala Desa Taccorong Jamri mengatakan bahwa pendidikan dan pelatihan tersebut pertamakali dilaksanakan di Desa Taccorong.

“Alhamdulillah dengan adanya Pengurus BUMDes baru yang bersedia menggantikan pengurus BUMDes lama yang telah mengundurkan diri sejak tahun 2019, pengurus baru ini ditetapkan pada bulan april 2020. Saya melihat ada inovasi baru yang telah diperlihatkan oleh Pengurus BUMDes Pelita Harapan dalam mengelola BUMDes,” kata dia.

Motivasi dari Ketua BUMDes diklaim jadi alasan banyak warga yang berminat untuk menjadi wirausahawan baru.

Sementara itu Tenaga Ahli Pendamping Desa Kabupaten Bulukumba, P3MD Syafaruddin mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan amanat UU nomor 6 tahun 2014 Tentang Desa.

“Regulasi dari pengelolaan Dana Desa itu hampir setiap tahun berubah, Olehnya itu saya berharap agar dalam penyusunan RKPDes sedapat mungkin tim penyusun dapat mengikuti apa yang menjadi arahan atau petunjuk dari Peraturan Menteri Desa, Ada Permendes nomor 13 tahun 2020 didalam Permendes tersebut terdapat “Prioritas Penggunaan Dana Desa” untuk kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang,” kata dia.

Dia menjelaskan bahwa Desa Taccorong memiliki potensi usaha yang bisa dikembangkan. Terdapat potensi pengolahan sampah dengan banyaknya BTN/ Pengembang perumahan, ada potensi peternakan, potensi pengolahan limbah sabuk kelapa menjadi cocofibr, cocopeat dan cocobrick, sarana air bersih, usaha batu merah.

“Ini semua harus dijadikan sebagai usulan untuk dituangkan dalam RKPDes supaya PADesa ta’ bisa meningkat dan dapat mensejahterakan masyarakat,” kata dia.

“Kita lihat bahwa Dana Desa yang sudah digelontorkan dari pusat ke desa ta itu sudah lebih 3 miliar, tapi PADesata baru 2 juta, inikan tidak berbanding lurus antara penyertaan modal ke desa dengan Pendapatan Asli Desa. Olehnya itu saya berharap dengan Workshop kita hari ini dari inisiatif Pengurus BUMDes yang baru, apa yang menjadi masukan dan usulannya para peserta, baik dari usulannya BPD, Kadus, Tokoh Pemuda itu sedapat mungkin bisa membawa perubahan dimasa yang akan datang,” kata dia.

Sementara itu, Ketua BUMDes Pelita Harapan, Haerul Anwar mengatakan bahwa Workshop tersebut adalah langkah awal dalam menyusun strategi Program Inovasi Desa.

“Usulannya teman- teman peserta itu dapat kita wujudkan secara bersama- sama, apa lagi dengan adanya support dari pemerintah desa, saya rasa tidak ada yang susah untuk kita wujudkan Taccorong ini sebagai desa yang kuat dan mandiri,” kata dia.

Comment