BLT Desa Buhung Bundang Diduga Tidak Tepat Sasaran

Suasana penerimaan BLT di Desa Buhung Bundang Kecamatan Bontotiro.

Suasana penerimaan BLT di Desa Buhung Bundang Kecamatan Bontotiro.

Sulengka.net — Pemerintah Desa Buhung Bundang Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba mendapat kritik dari DPK KNPI Kecamatan Bontotiro. Jumat, 22 Mei 2020.

DPK KNPI Kecamatan Bontotiro menemukan salah seorang penerima BLT Dana Desa yang dianggap tidak layak menerima bantuan karena mampu secara finansial.

Salah seorang pengurus DPK KNPI Kecamatan Bontotiro, Nasra Asrianti mengatakan, penerima manfaat BLT di Desa Buhung Bundang patut ditanyakan.

“Penerima manfaat BLT di Desa Buhung Bundang sebanyak 152 orang. Saya duga ada penerima manfaat BLT yang salah sasaran. Saya punya data terkait orang yang tertera dalam list dan lengkap dengan dokumentasi saat menerima bantuan langsung tunai sejumlah Rp. 600.000,” kata dia.

#

Nasra melanjutkan, bukan hanya dirinya yang merasa heran melihat salah satu penerima BLT tersebut menerima bantuan, warga lain di desanya juga merasa heran dengan hal itu.

“Salah satu penerima BLT adalah pengusaha yang aktif, mampu secara finansial dan berstatus sebagai bagian dari pemerintah desa yakni selaku Rukun Tetangga (RT) yang menerima tunjangan dari Dana Desa,” kata warga Desa Buhung Bundang itu.

Nasra Asrianti menambahkan,  bahwa BLT sangat jelas peruntukannya, karena itu pemerintah desa harus objektif dalam menetapkan data-data penerima.

“Iye, BLT harus tepat sasaran, jangan terkesan haruspi diminta datanya baru mauki diperlihatkan, itukan aneh, bukan kah memang pemerintah dituntut transparan? Kalau perlu diumumkan di masjid lewat pengeras suara agar masyarakat ikut andil mengawasi, kami dari KNPI Bontotiro selain terus melakukan pengawasan, juga mendorong hal tersebut pada seluruh desa sesuai instruksi Ketua DPD II KNPI Kabupaten Bulukumba. Agar persoalan BLT ini tidak menjadi riak dan Kepala Desa tidak menjadi bulan-bulanan warga,” kata dia.

Terpisah Wakil Bendahara DPD II KNPI Bulukumba A. Arfendi Franata saat dikonfirmasi mengatakan, kejadian tersebut harus diselesaikan secepat mungkin.

“Tidak ada alasan pembenaran terkait pengusaha dan juga penerima tunjangan dari Dana Desa  Menerima BLT. Pak RT sakaligus pengusaha mestinya juga harus sadar diri, karena itu jika hal ini tidak disikapi serius atau sengaja diindahkan oleh pemerintah desa, maka persoalan ini akan kami teruskan ke Pemerintah Kabupaten, jangan main-main dengan uang negara,” tegasnya.

Terkait dugaan BLT Dana Desa tidak tepat sasaran, sulengka.net telah mencoba menghubungi Kepala Desa Buhung Bundang, Mashuri Kurniawan pada Jumat, 22 Mei 2020. Namun, ia belum memberikan respons hingga berita ini diturunkan.

Comment