Batu Pattannungang di Bangkeng Buki’ dan Nasibnya Kini

Warga yang berkunjung di Batu Pattannungang.

Warga yang berkunjung di Batu Pattannungang.

Sulengka.net — Tiap desa memiliki sejarahnya sendiri. Sebagai identitas jati diri peninggalan nenek moyang yang harus dijaga. Buta sejarah biasanya jadi penyebab situs kuno tak terawat.

Bangkeng Buki’, di masa lalu dikenal dengan sebutan Bonto Massailea. Perkembangan arus zaman membuat pergeseran nama dan julukan. Bukit yang menjadi bagian dari tiga Desa di Kecamatan Gantarang itu menyimpan cerita rakyat dan legenda yang terpelihara melalui tradisi tutur.

Salah satunya adalah Batu Pattannungang (Batu Tempat Tenun Kain). Posisi batu tersebut terletak tak jauh dari Wisata Alam Bonto Massailea di Desa Bukit Harapan.

Batu yang menyerupai orang sedang menenun kain lengkap dengan alat tenunnya itu kini tak seperti dulu. Bentuk batu menyerupai orang menenun itu kehilangan kepalanya.

Kabarnya, Batu Pattannungang rusak disebabkan oleh warga luar desa yang menganggap batu tersebut sebagai berhala.

Kepala Desa Bukit Harapan Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba, Asbar mengiyakan rusaknya Batu Pattannungang di Bangkeng Buki’. Pihaknya telah melakukan perencanaan menindaklanjuti rusaknya situs budaya tersebut.

“Insyaallah, tahun depan kita rencanakan perbaikan perbaikan pada situs budaya tersebut,” kata dia.

Diketahui, situs budaya tersebut sudah sering dikunjungi warga setelah dibukanya wisata alam Bonto Massailea di Bangkeng Buki.

Comment