Atasi Kelangkaan Pupuk, Bupati Bulukumba Bakal Temui Gubernur Sulsel

Sulengka.net — Keluhan petani terkait kelangkaan pupuk bersubsidi belakangan ini mendapat respon dari Bupati Bulukumba, AM. Sukri Sappewali.

Petani terlambat memupuk padi lantaran pupuk bersubsidi yang disediakan pemerintah hilang di pasaran sementara untuk mengganti ke pupuk non subsidi, petani harus merogoh kocek lebih dalam di tengah pandemi covid-19.

Mendengar keluhan petani yang diwakili ketua-ketua kelompok tani di Aula Desa Bontomacinna kecamatan Gantarang pada Selasa, 7 Juli 2020. Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali kembali menyulut semangat petani dan langsung bergerak cepat.

Dalam rapat pertemuan tersebut, Sukri mengatakan bahwa dirinya bakal menemui Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Prof. Nurdin Abdullah.

#

“Insya Allah, sore ini juga saya langsung ke Makassar menemui Gubernur terkait dengan kelangkaan pupuk bersubsidi, dan solusi cepatnya agar pupuk bersubsidi segera didatangkan ke Bulukumba,” jelasnya di depan puluhan ketua-ketua kelompok tani.

Dia menyebutkan jika masih ada anggaran covid-19 yang belum terpakai dan memungkinkan, selama tidak melanggar hukum akan direalokasikan ke pupuk bersubsidi untuk menutupi kebutuhan petani.

“Saya tidak tinggal diam, bahkan anggaran covid-19 yang belum terpakai kalau perlu kita sisihkan Rp 2 M untuk menutupi kebutuhan petani, bersabarki dulu, saya komunikasikan kepada Gubernur Sulsel” tambahnya.

Sukri juga mengimbau agar masyarakat terus memperhatikan protokol kesehatan ditengah pandemi covid-19. Ia meminta agar tetap disipilin, menggunakan masker,rajin mencuci tangan, menghindari jarak dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tidak jelas.

“Saat ini kita masih ditengah pandemi covid-19, saya menghimbau kepada semua masyarakat agar tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tutup Andi Sukri.

Sementara itu, Superintendent Sulawesi 1 dari Pupuk Kaltim, Miftakhul menjelaskan bahwa pihaknya selaku Produsen berkomitmen untuk memenuhi permintaan di lapangan sesuai alokasi dan hanya kepada petani yang terdaftar dalam e-RDKK seperti yang diamanahkan di Permentan No. 10 Tahun 2020.

Selain itu, Miftakhul juga menjelaskan keunggulan pupuk non subsidi dan beragam produk Pupuk Kaltim berkualitas dalam mendorong produktivitas untuk meningkatkan hasil pertanian masyarakat.

Diketahui, pertemuan tersebut dihadiri oleh Superintendent Sulawesi 1 dari Pupuk Kaltim (PKT) M. Miftakhul Zainuddin selaku produsen didampingi Asmindin Zakaria , Ketua Umum Puskud Sulsel Nirwan Arifuddin SH, Distirbutor, Agen, Kepala Dinas Pertanian Emil Yusri serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bulukumba.

Comment