Andi Utta’: Konstruksi Itu Jangan Hanya Bertahan Satu Periode Saja

Sulengka.net — Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar kerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bulukumba menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Bimtek yang berlangsung secara hybrid selama 5 hari ini diikuti oleh para penyedia dan pengguna jasa konstruksi dengan jumlah peserta 50 orang.

Panitia Pelaksana, Arifah menyebutkan tujuan pelaksanaan bimtek dalam rangka menjalankan amanat Undang-undang Nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, serta memberikan pengakuan atas kemampuan yang dimiliki oleh tenaga kerja konstruksi.

“Adapun instruktur berasal dari Direktorat Jenderal Bina Konstruksi dan BPJS Kesehatan Cabang Bulukumba,” ungkap Arifah pada pembukaan Bimtek SMKK yang digelar di RM Sulawesi Bulukumba, Senin 1 November 2021.

Sementara itu, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Ismail Abdul Muttalib menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bulukumba yang telah memberikan kepercayaan kepada pihaknya untuk bermitra menyelenggarakan Bimtek SMKK ini. Pihaknya, kata Ismail memiliki banyak menu dalam meningkatkan kapasitas jasa konstruksi yang dapat diselenggarakan ke depan, misalnya bimbingan teknis jalan dan jembatan, serta pengairan. Termasuk bagi para penyedia dapat dibantu dalam memahami dan menguasai dokumen-dokumen pengadaan.

Dikatakannya, dalam menghasilkan suatu produk konstruksi berkualitas ada proses dimana ada keselamatan konstruksi yang harus dijaga. Olehnya itu pemerintah senantiasa melakukan perbaikan dan pembaruan untuk menyempurnakan system atau regulasi dalam jasa konstruksi.

“SMKK ini ruang lingkupnya bertambah banyak karena sudah diintegrasikan lagi dengan mutu dan keselamatan lingkungan,” terangnya.

Dalam SMKK, lanjutnya para penyedia harus mencapai standar minimal K4 yaitu standar keamanan, keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan. Misalnya, untuk mencapai mutu bangunan yang berkualitas harus memenuhi standar peralatan yang dipersyaratkan, serta menggunakan material sesuai spesifikasi.

“Begitu juga pada aspek keselamatan, bukan hanya pada saat pekerjaan, namun pasca pekerjaan keselamatan pekerja harus diperhatikan,” pintanya.

Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf yang membuka kegiatan tersebut memberikan banyak masukan terkait perbaikan jasa konstruksi ke depan. Berdasarkan pengalamannya sebagai pengusaha selama ini, ia menemukan banyak permasalahan dan buruknya pelaksanaan konstruksi secara umum di Indonesia.

Menurutnya, pelaksanaan konstruksi yang terjadi selama ini akibat perencanaan dan pelaksanaan yang tidak matang. Misalnya, akibat penggunaan bahan material oleh rekanan yang tidak sesuai standar, maka bangunan konstruksi tersebut hanya bisa bertahan dalam beberapa tahun saja. Padahal seharusnya konstruksi itu direncanakan dengan daya tahan puluhan tahun, 20 sampai 30 tahun ke depan.

“Jangan konstruksi itu hanya bertahan dan dirasakan manfaatnya dalam satu periode pemerintahan saja. Lalu periode berikutnya direncanakan lagi dan itu terus berulang,” ungkapnya.

Untuk itu, Andi Utta sapaan akrabnya sudah memanggil dan meminta seluruh konsultan pengawas agar melakukan pengawasan pekerjaan dengan baik sesuai prosedurnya. Dalam mengawasi tidak boleh ada konflik interest dengan rekanan yang diawasi. “Jika memang ada kesalahan, tidak boleh ditolerir, siapa pun dia,” tegas Andi Utta.

Untuk perbaikan konstruksi ke depan, Andi Utta juga berharap sedapat mungkin menerapkan teknologi dalam pelaksanaannya. Misalnya dalam pembangunan jaringan irigasi sudah menggunakan cetakan panel yang berstandar nasional. Selain kualitasnya terjamin, proses pekerjaannya juga lebih efektif dan efisien.

“Tidak perlu lagi membawa bahan material yang begitu banyak, dan mengganggu arus lalu lintas,” bebernya.

Dalam pembukaan Bimtek SMKK, turut hadir Kepala Dinas PUPR Bulukumba, Rudy Ramlan, dan Kepala Subdirektorat Keamanan dan Keselamatan Konstruksi Ditjen Bina Konstruksi, Ir. Brawijaya, SE, M.Eng, IE, MSCE, Ph.D selaku narasumber.

Comment