Andi Soraya Dorong Evaluasi dan Pembaharuan DTKS, Supaya Warga Miskin Terdata Semua

Sulengka.net — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui Juru bicara Fraksi, Andi Soraya Widyasari menyayangkan tidak hadirnya pemerintah dalam penanganan masyarakat miskin yang tidak mampu membayar pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Sultan Daeng Radja Bulukumba, seperti kasus yang terjadi di RSUD Bulukumba belum lama ini.

Kepada Sulengka.net, Minggu, 18 Juli 2021, Andi Soraya meminta kebijakan untuk menyelesaikan masalah kesehatan warga di Kabupaten Bulukumba.

Dia menjelaskan, pemerintah harus melakukan pembaharuan dan evaluasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sehingga tidak ada lagi warga kurang mampu yang tidak terdata.

“Data di DTKS perlu dievaluasi, diperbaharui, tidak bolehmi ada masyarakat miskin yang terlewat. Supaya bebannya RS juga ringan, Chaos RS kalau semua mau digratiskan, kami paham betul kondisinya. Makanya data masyarakat miskin kita harus di update, yang sekarang dipakai masih data lama,” kata Andi Soraya Widyasari.

Dia juga menambahkan agar secepatnya pemerintah dapat membuat kebijakan bagi masyarakat yang tidak terdata. Tapi betul-betul tidak mampu dan membuat Jaminan kesehatan masyarakat Daerah (Jamkesda), atau perbub surat keterangan tidak mampu (SKTM).

“Ada kebijakan pemerintah, entah seperti apa kebijakan yang dibuat, bagi masyarakat yang tidak terdata. Namun betul-betul tidak mampu, Seperti apa solusi dari pemerintah. Misalnya buat Jamkesda. Atau perbup tentang SKTM yang berlaku, karena masih berlaku SKTM di RS, tapi harus disinkronkan lagi di sosial. Kalau tidak terdataki tidak bisa juga dikasih. Mauku saya tetap difasilitasi yang penting betul-betul miskin,” ungkapnya.

Sementara itu Direktur Rumah sakit Umum Sultan daeng Radja dr. H. Rizal Ridwan Dappi, Sp.OG(K).,M.Kes mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penanganan terkait warga miskin di Kabupaten Bulukumba. Pihaknya telah memberi keringanan biaya bagi warga miskin.

Dia juga berharap kepada pemerintah daerah tentang pembaruan data tidak mampu bisa tepat sasaran.

“Semoga pembaruan data bagi warga yang tidak mampu bisa tepat sasaran sehingga kasus-kasus seperti ni tidak ada lagi di kemudian hari,” tutupnya.

Comment