Air Mataku Mati

Nidar

Oleh: Nidar Kurnia, Penulis

Setelah perpisahan cukup panjang⁣
Aku belajar untuk menari di atas tubuhku yang mengerang⁣, menggigit senyum yang pahit⁣, membuang energi berlari dari semua sakit⁣

Mencari ribuan diksi baru⁣
Menuang senandika untukmu⁣
Sebab puisiku takkan cukup⁣
membeli satu lagi pelukmu yang redup⁣

Kau mengajarkanku bahwa ⁣air mata hanya akan jadi sia-sia⁣
Jika kukuras untuk manusia sepertimu⁣ yang kucintai dengan penuh dan tetap tak tahu siapa aku⁣

Kau pergi saat aku coba mengambil langkah lagi⁣ entah maksudmu apa, aku pun tak mengerti⁣
Tapi, banyak terima kasih sebab aku jadi belajar⁣
Menjahit lukaku sendiri meski perihnya tak dapat dinalar⁣

Menulis tentangmu hingga tinta menjadi darah⁣ dan kata serupa daging⁣
Merangkai kembali tulangku yang patah⁣
Walau aku tetap jadi orang sinting⁣

Karena pulang padamu hanya ilusi⁣
Sebab bagimu surga adalah isakanku yang patah hati⁣
Maka malam ini aku memilih kembali pada mata puisi⁣
Agar cukup kata yang menangis, jangan aku lagi⁣

Comment