AHP dan Konsep Bulukumba Bangkit [Sulengka Cempaka]

Hamzah Pangki memaparkan pentingnya pengembangan lintas sektor untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pelayanan prima dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Sulengka.net — H. A. Hamzah Pangki menceritakan awal dirinya memilih politik menjadi jalur perjuangannya. Perjalanan panjang dari tragedi ambon hingga ia kembali ke tanah kelahirannya mengabdi sebagai wakil rakyat.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) periode 2009 hingga 2019 ini mengakui jika dirinya berkecimpung didunia politik atas usulan sang kakak, Andi Hardi Pangki.

”Sewaktu tragedi Ambon, saya menjadi saksi sekaligus menjadi korban. Kakak saya memanggil saya pulang dan maju menjadi Calon Legislatif. Alhamdulillah saya terpilih dan ini sudah periode ke tga saya,” kata dia.

Hamzah Pangki saat ini menjabat Ketua Karang Taruna Kabupaten Bulukumba. Menurutnya, pengembangan potensi pemuda harus dikembangkan diberbagai sektor di Kabupaten Bulukumba.

Dia melihat, pemuda desa di Kabupaten Bulukumba memiliki banyak potensi, hanya saja optimaisasi pengembangan SDM masih belum maksimal. Dia berkomitmen akan mengembangkan SDM pemuda di Kabupaten Bulukumba.

”Sumberdaya lain juga harus dikembangkan, mulai dari Sumberdaya Petani dan Nelayan,” kata Ketua DPD II Partai Golkar Bulukumba itu.

Dia menjelaskan, masih banyak yang perlu dibangkitkan di Kabupaten Bulukumba. Saat ini Hamzah sedang melakukan manuver politik untuk untuk maju pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bulukumba 2020 mendatang.

Hal itu juga yang melatarbelakangi dirinya mengusung tagline Bulukumba Bangkit. ”Masih banyak sektor yang harus dibangkitkan, mulai dari Infrastruktur dan SDM di Kabupaten Bulukumba. Tentu ini bisa kita lakukan jika PAD kita meningkat,” kata dia.

Ditanya lebih detail soal pengembangan infrastrktur jalan dan pengembangan SDM di Kabupaten Bulukumba, Hamzah mengakui jika APBD Bulukumuba belum bisa mencakup semua. DPRD hanya melihat bagaimana pembangunan skala prioritas dan mendesak.

”Soal infrastruktur jalan misalnya, kita tidak bisa langsung melakukan pengaspalan dengan volume besar. Karena 1 kilometer pengaspalan jalan, itu menelan anggaran miliaran. Padahal ada juga pembangun lain yang harus dilakukan,” kata dia.

Pengembangan SDM di Kabupaten Bulukumba juga harus dilakukan dengan baik. ”Misalnya pengembangan potensi pertanian. Pemerintah harus memastikan petani mendapatkan bibit padi unggul,” kata dia.

Pelayanan kesehatan dan pendidikan juga harus jadi perhatian. Dia mengatakan, pelayanan kesehatan harus prima, mulai dari Poskesdes, Puskesmas hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Keluhan selama ini muncul di RSUD akibat pelayanan dan sumberaya di Poskesdes dan Puskesmas masih perlu dibenahi.

”Kalau pelayanan dan sumberdaya kesehatan ditingkat bawah (Puskesdes dan Puskesmas) sudah baik, keluhan kesehatan di RSUD juga bisa berkurang. Kita harus memulai berbenah dari tingkat bawah,” kata dia.

Dia juga berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bulukumba. ”Kita tidak mau lagi melihat ada anak yang putus sekoah hanya karena tidak punya uang. Anak adalah pelanjut masa depan bangsa, kualitas pendidikan dengan berbagai pendekatan harus segera dilakukan, pemerintah harus hadir dalam tiap sendi kehidupan,” kata dia.

Sektor wisata juga harus menjadi perhatian. Pasalnya sektor itu diangap salah satu penyuplai PAD besar di Kabupaten Bulukumba.

Hamzah menjelaskan, jika kelak dirinya ditakdirkan menjadi pemimpin di Kabupaten Bulukumba, dia berkomitmen akan membangkitkan Bulukumba di berbagai sektor.

”Selama ini di DPRD kita hanya mengusulkan, yang eksekusi adalah Pemerintah Daerah (Pemda). Kalau kami ditakdirkan dan diamanahkan jadi pemimpin di Bulukumba, kami akan membangkitkan sektor itu,” kata dia.

H. A. Hamzah Pangki menjadi narasumber pertama program Sulengka Cempaka, Selasa, 1 Oktober 2019.

Comment