8 Fraksi DPRD Bulukumba Sepakat Tolak RUU KPK dan RKUHP

Ratusan Mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bulukumba kembali menggelar aksi unjuk rasa penolakan Revisi Undang-Undang KPK dan RKUHP, Senin, 30 September 2019.

Sulengka.net — Aksi Unjuk rasa yang dimulai di perempatan Teko itu diwarnai bakar ban bekas, beberapa massa aksi menyandra mobil truk untuk dijadikan panggung orasi, kemudian melanjutkan aksi di Kantor DPRD Kabupaten Bulukumba.

Dalam orasinya, Jenderal Lapangan, Baso Riswandi meneriakkan bentuk penolakan terkait beberapa pasal yang dianggap kontroversial dan mendesak Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba, segera menandatangani surat penolakan RUU KPK dan RKUHP, yang dianggap akan melemahkan institusi KPK.

“Kami minta Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba angkat bicara dan menolak RUU KPK dan beberapa pasal dalam Revisi KUHP. Kami menilai, revisi yang dikeluarkan DPR RI telah mencedrai demokrasi,” kata dia.

Selain Penolakan RUU KPK dan RKUHP, Massa aksi juga mengecam tindakan represif kepolisian yang baru-baru ini terjadi di Sultra yang merenggut dua nyawa, yakni Yusuf dan Randi, serta meminta POLRI segera mengusut tuntas kasus penembakan tersebut.

“Kami tidak akan gentar, meski darah bersimbah sekalipun, kita akan tetap teriakkan kebenaran, dan kami akan lanjutkan perjuangan kawan kita yang telah gugur di medan aksi kawan-kawan,” teriak Baso.

Aksi sebelumnya yang meminta anggota dewan untuk menanda tangani kesepakatan menolak RUU KPK dan RKUHP itu ditagih mahasiswa. Ketua DPRD Bulukumba, Rijal yang menerima aspirasi mahasiswa, menjawab tuntutan mahasiswa soal kesepakatan Penolakan RUU KPK dan RKUHP.

“Kami sudah gelar rapat paripurna, 8 Fraksi sepakat menolak RUU KPK dan RKUHP yang di suarakan mahasiswa dan suratnya sudah di pacs, dan Insyaallah hari Rabu kami akan kirim ke Jakarta,” kata H. Rijal.

Sementara itu, Kapolres Bulukumba, AKBP Syamsu Ridwan yang mengawal aksi unjukrasa mengaku akan selalu mengawal aksi unjuk rasa mahasiswa dengan tertib dan mencegah terjadinya tindakan-tindakan represif baik dari kepolisian maupun dari pengunjuk rasa.

“Saya berjanji sebagai Kapolres Bulukumba, akan mengawal aksi mahasiswa dan berjanji tidak akan melakukan tindakan reprensif kepada mahasiswa. Sepanjang mahasiswa menyampaikan aspirasi sesuai dengan aturan,” kata dia didepan demonstran.

Comment